MEMBANGUN RANTAI PASOK ALUMINIUM: DARI TAMBANG HINGGA PASAR INDUSTRI
Kawasan Industri Pulau Penebang berpotensi memperkuat rantai nilai aluminium Indonesia melalui pengolahan bauksit menjadi alumina, produksi aluminium primer, dan pengembangan industri hilir.
PASAR INDUSTRI: Konstruksi, kelistrikan, kabel, transportasi, otomotif, kemasan, dan manufaktur.
Direktur PT Dharma Inti Bersama Rasnius Pasariba pada November 2025 menyampaikan bahwa peningkatan produksi aluminium nasional diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan impor.
TARGET BUSINESS MATCHING:
PT Dharma Inti Bersama — infrastruktur dan layanan kawasan.
PT Kayong Aluminium Nusantara — equipment smelter dan MRO.
PT Kayong Power Nusantara — equipment pembangkit dan maintenance.
EPC/subkontraktor — vendor registration dan paket pengadaan.
Industri hilir — potensi pembelian aluminium primer.
ASPEK KEBERLANJUTAN: Perizinan, pengelolaan lingkungan, energi, residu industri, serta hubungan dengan masyarakat dan nelayan sekitar perlu mendapat perhatian.
KESIMPULAN: KIPP berpotensi menjadi simpul industri aluminium nasional yang membuka kebutuhan jangka panjang bagi pemasok teknologi, material, konstruksi, jasa industri, dan logistik. Peluang aktual harus dikonfirmasi melalui pemilik proyek atau kontraktor pengadaan.