INVESTASI US$1,53 MILIAR MENGGERAKKAN HILIRISASI ALUMINIUM DI KALIMANTAN BARAT
Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, menjadi salah satu pusat pengembangan industri aluminium yang penting bagi kontraktor, pemasok teknologi, perusahaan energi, manufaktur, dan logistik. Menurut informasi, realisasi investasi kawasan mencapai US$1,53 miliar hingga Juni 2026, termasuk tambahan US$613,93 juta selama semester pertama.
Kawasan dikembangkan PT Dharma Inti Bersama, terkait Harita Group. Pengembangannya mencakup rantai pengolahan bauksit, alumina, smelter aluminium, captive power plant, serta infrastruktur pendukung. Masterplan terdahulu mencantumkan rencana kapasitas smelter aluminium 1 juta ton per tahun dan pembangkit listrik hingga 2.740 MW. Angka tersebut adalah rencana, bukan seluruhnya kapasitas terpasang.
Dampak industrialisasi mencakup kebutuhan pekerjaan sipil, steel structure, peralatan proses, electrical system, environmental control, material handling, serta fasilitas logistik. Realisasi investasi tidak dapat langsung dianggap sebagai nilai paket tender yang masih tersedia. Status pengadaan memerlukan verifikasi tersendiri.