RUBRIK VOLUME 140 :
 
o BUSINESS MATCHING
 
PROYEK MIGAS
80 KM PIPA GAS PROYEK MAKO NATUNA MULAI DIPRODUKSI BATAM
Proyek gas berkapasitas 111 MMscfd memasuki fase penting menuju pembangunan fasilitas produksi dan instalasi pipa bawah laut.

Pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung, lepas pantai Natuna, memasuki tahapan penting dengan dimulainya produksi pipa di Batam. Sepanjang 80 kilometer pipa direncanakan untuk mendukung penyaluran gas dari lapangan tersebut. Proyek ini dikembangkan oleh konsorsium KKKS WNEL, yang berdasarkan informasi terbaru terdiri dari PT Nation Natuna Barat dengan kepemilikan 75% dan West Natuna Exploration Ltd sebesar 25%.

Menurut keterangan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto pada 1 November 2026 sebagaimana dilaporkan dalam informasi awal, pekerjaan meliputi pengeboran lepas pantai, pembangunan fasilitas produksi di Surabaya dan Batam, serta pemasangan pipa bawah laut. Groundbreaking direncanakan pada Desember 2026, dengan target penyelesaian sejumlah pekerjaan utama dalam dua tahun berikutnya.


DARI ORIENTASI EKSPOR MENUJU KEBUTUHAN DOMESTIK

Pada awalnya, gas Mako direncanakan untuk memasok Singapura melalui jaringan pipa yang tersedia. Namun, pengembangan konektivitas WNTS menuju Batam membuka pilihan pemanfaatan gas bagi pasar Indonesia. Dengan persetujuan Menteri ESDM sebagaimana disebut dalam informasi awal, gas Mako diarahkan untuk kebutuhan domestik, terutama kelistrikan Batam dan sekitarnya.

MAKNA STRATEGIS: Gas Mako bukan sekadar penambahan produksi migas nasional, melainkan proyek infrastruktur energi yang menghubungkan potensi gas Natuna dengan kebutuhan energi industri dalam negeri.

BULLETIN PROJECT PRENEUR — TENDER INDONESIA

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com