RUBRIK VOLUME 127 :
 
o PROYEK TELEKOMUNIKASI
o PROYEK KELISTRIKAN
 
ACADEMY
Strategi Menjadi Supplier Proyek Infrastruktur
Untuk memasok produk/jasa ke proyek-proyek infrastruktur, kuncinya bukan menunggu tender muncul. Supplier perlu masuk sejak fase perencanaan, desain, penyusunan spesifikasi, penganggaran, hingga pemilihan kontraktor.

1. Petakan pipeline proyek 1–3 tahun ke depan
Pantau proyek jalan & tol, jembatan, bendungan, SPAM, pelabuhan, bandara, kereta/MRT/LRT, kawasan industri, gedung publik, hingga infrastruktur perkotaan. Identifikasi nilai proyek, lokasi, jadwal, sumber pendanaan, pemilik proyek, konsultan dan calon kontraktor.

2. Jangan hanya mengejar Project Owner
Dalam proyek infrastruktur, rantai pengambilan keputusan cukup panjang:
Project Owner → Konsultan Perencana → PMC/MK → Main Contractor/EPC → Subcontractor → Supplier/Vendor.
Supplier perlu mengetahui siapa menentukan spesifikasi, siapa melakukan procurement, dan siapa akhirnya menerbitkan PO.

3. Masuk sebelum tender melalui spesifikasi
Ini sangat penting bagi produsen teknologi dan material. Dekati engineer dan konsultan perencana dengan technical presentation, sample, katalog, sertifikasi, referensi proyek dan perhitungan lifecycle cost. Targetnya agar produk/teknologi kita menjadi approved material / approved brand / bagian dari technical specification.

4. Bangun akses ke kontraktor utama
Petakan kontraktor BUMN maupun swasta yang sering memenangkan proyek. Cari kontak pada fungsi:

Project Manager 

• Engineering 

• Procurement/SCM 

• Commercial 

• Estimator 

• Construction Manager 

• Direktur Operasi/Business Development.



Jangan baru memperkenalkan perusahaan setelah kontraktor memenangkan tender. Masuk saat mereka masih menyusun estimasi biaya dan sourcing vendor.

5. Siapkan PROJECT CAPABILITY
Jangan hanya membawa company profile. Buat penawaran berdasarkan kebutuhan proyek:
Problem → Solution → Technical Advantage → Project Reference → Delivery Capability → Cost Saving → After Sales Support.
Untuk proyek infrastruktur, kemampuan supply tepat waktu dan dukungan teknis sering sama pentingnya dengan harga.

6. Lengkapi PROJECT READINESS
Pastikan legalitas, sertifikasi produk, TKDN bila diperlukan, ISO/SNI, HSE, pengalaman proyek, kemampuan finansial, bank guarantee, kapasitas produksi, inventory dan logistics readiness sudah siap. Banyak supplier sebenarnya memiliki produk bagus tetapi gagal masuk karena vendor qualification.

7. Tentukan barang/jasa yang bisa dipasok
Peluangnya sangat luas: material konstruksi; baja & struktur; precast; semen; waterproofing; geosynthetic; bearing & expansion joint; mechanical-electrical; pump & valve; cable & panel; lighting; HVAC; fire protection; instrumentation; heavy equipment; scaffolding; safety equipment; water treatment; environmental technology; digital construction/BIM; IoT & monitoring; hingga maintenance.

8. Bangun jaringan proyek secara sistematis
Untuk setiap proyek potensial, buat Project Account Map berisi:
Owner → Consultant → Main Contractor → Key Person → Procurement Schedule → Produk yang Dibutuhkan → Kompetitor → Status Approach → Next Action.

Dengan cara ini, sales tidak lagi sekadar mengejar tender tetapi mengelola peluang proyek.
Formula sederhananya
PROJECT INTELLIGENCE
Tahu proyeknya lebih awal

PROJECT ACCESS
Kenal decision maker & influencer

PROJECT SPECIFICATION
Produk masuk spesifikasi/vendor list

PROJECT CAPABILITY
Buktikan solusi dan pengalaman

PROJECT READINESS
Administrasi, finansial & supply siap

TENDER / PROCUREMENT

PO / CONTRACT

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com