PLN Nusantara Renewables ini, fokus utamanya adalah menunjukkan kapasitas perusahaan sebagai pengembang proyek energi terbarukan (EBT), khususnya PLTS (Solar PV), serta pipeline proyek yang akan menjadi bagian penting implementasi RUPTL 2025–2034.
Presentasi oleh Direktur Bpk Kuswara di ajang TENDER INDONESIA & FSII (Forum Sinergi Inovasi Industri) di hadapan khusus para member, pada Mei 2026 JIExpo Kemayoran dengan tema Diskusi & Penghargaan Renewable Energy, sebagai bahagian dari ajang Pameran Akbar SOLARTECH 2026.
Tema yg disajikan dengan tema "Memperkuat Kapasitas Energi Terbarukan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan", yang menegaskan arah transformasi PLN menuju energi bersih.
Beberapa poin penting yang dapat diuraikan adalah: 1. Posisi PLN Nusantara Renewables PLN Nusantara Renewables merupakan bagian dari PLN Nusantara Group yang berfokus pada investasi dan pengembangan proyek energi baru terbarukan. Perusahaan ini berkembang dari PT PJBI dan kini menjadi kendaraan investasi PLN dalam berbagai proyek pembangkit energi bersih, mulai dari PLTS, PLTA, PLTB hingga proyek strategis lainnya. Riwayat perkembangannya menunjukkan ekspansi yang konsisten sejak 2015 melalui berbagai joint venture dan pembangunan proyek nasional.
2. Portofolio Proyek Saat presentasi dibuat, portofolio PLN NR mencakup:
Operasi: 2.495 MW
Konstruksi: 645 MW
Pengembangan: 228,8 MW
Total portofolio: 3.368,8 MW
Selain itu masih terdapat potensi tambahan sekitar 36 proyek EBT dengan kapasitas sekitar 6 GW sesuai RKAP 2026.
3. Peluang Besar RUPTL 2025–2034 Salah satu pesan terkuat dalam presentasi adalah peluang investasi yang sangat besar. Dalam RUPTL 2025–2034:
tambahan kapasitas pembangkit mencapai 69,5 GW
sekitar 76% berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT)
PLTS menjadi teknologi dengan kapasitas terbesar yaitu sekitar 17,1 GW, disusul hidro, bayu, panas bumi, bioenergi, storage, dan lainnya.
Presentasi juga menunjukkan bahwa PLN NR diproyeksikan memperoleh porsi pengembangan sekitar 26,3 GW, sehingga membuka peluang EPC, supplier, kontraktor, konsultan engineering, manufaktur, hingga penyedia teknologi.
4. Proyek Unggulan Materi kemudian menjelaskan beberapa proyek strategis, antara lain:
PLTS Terapung Cirata
PLTS IKN
PLTS Terapung Karangkates
PLTS Terapung Tembesi
Keempat proyek tersebut dijadikan contoh kemampuan PLN NR dalam mengembangkan proyek skala besar di Indonesia.
5. PLTS Terapung Cirata Proyek ini merupakan salah satu ikon energi terbarukan Indonesia. Beberapa data penting:
Kapasitas 145 MWac / 192 MWp
Berlokasi di Waduk Cirata, Jawa Barat
Luas sekitar 250 hektare
Investasi sekitar USD145 juta
Dibangun melalui kerja sama PLN Nusantara Renewables (51%) dan Masdar Abu Dhabi (49%)
Masa konstruksi sekitar 30 bulan
Produksi listrik sekitar 245 GWh per tahun.
Selain itu maka alasan mengapa PLTS terapung menjadi solusi menarik, antara lain:
lebih mudah memperoleh lahan dan tidak mengurangi lahan produktif,
mengurangi penguapan air,
dapat dikombinasikan dengan PLTA,
menghasilkan energi lebih tinggi,
Indonesia memiliki potensi waduk yang sangat besar.
6. Detail Teknis Cirata Slide teknis menjelaskan bahwa PLTS Terapung Cirata terdiri atas:
sekitar 343.000 modul surya
13 pulau terapung
25 offshore MV station
sekitar 2.200 sistem mooring
pengurangan emisi hingga 214.000 ton CO2 per tahun
Hal ini memperlihatkan kompleksitas proyek dan besarnya peluang bagi industri EPC, struktur terapung, kabel, electrical, marine engineering, O&M, hingga inspeksi.
7. PLTS Karangkates Proyek berikutnya adalah PLTS Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang. Data utama:
kapasitas 100 MWac (130 MWp)
target COD Januari 2027
nilai investasi sekitar USD92 juta
luas sekitar 62 hektare
estimasi produksi 219 GWh/tahun.
8. PLTS Terapung Tembesi Proyek di Batam ini memiliki:
kapasitas 35 MWac
investasi sekitar USD29 juta
skema BOO selama 25 tahun
dikembangkan oleh konsorsium PLN NR (51%) dan TBS (49%).
Kesimpulan Materi ini sangat bernilai bagi Industrial Knowledge Hub TENDER INDONESIA karena memuat informasi strategis mengenai:
arah investasi PLN di sektor energi terbarukan,
pipeline proyek PLTS nasional,
peluang EPC dan pengadaan,
teknologi yang digunakan,
model kerja sama (JV dan IPP),
serta perusahaan-perusahaan yang berpotensi menjadi mitra maupun pemasok.
Bagi member TENDER INDONESIA, presentasi seperti ini dapat menjadi sumber intelligence untuk mengidentifikasi peluang proyek sejak tahap perencanaan, jauh sebelum proses tender dimulai.