Infrastruktur kebel bawah laut ini seolah tak terlihat yang mendukung ekonomi digital. Padahal jaringan serat optik bawah laut membawa lebih dari 99% lalu lintas internet internasional. Infrastruktur inilah yang menghubungkan cloud platform, workload AI, layanan keuangan, perusahaan, data center, serta miliaran pengguna secara global.
Posisi Indonesia menjadi sangat strategis karena merupakan negara kepulauan sekaligus berada di persimpangan jalur konektivitas regional dan global. Di mana Indonesia memiliki 30+ sistem kabel bawah laut internasional yang aktif maupun direncanakan, dengan 140+ titik pendaratan kabel (cable landing points).
Beberapa jaringan sistem kabel utama yang ada antara lain Nongsa–Changi Cable (NCC), APRIKKOT, Bifrost, Indonesia Global Gateway (IGG), Batam–Singapore Cable System (BSCS), Australia–Singapore Cable (ASC), SEA-ME-WE 5 & 6, INDIGO Central/West, Asia Direct Cable (ADC), Hawaiki Nui, dan Asia Connect Cable-1 (ACC-1).
Secara bersama-sama, jaringan tersebut menjadi fondasi bagi cloud services, hyperscale data center, AI infrastructure, enterprise connectivity, dan komunikasi internasional.
Mengapa Batam sangat strategis dalam hal ini? Karena jedekatannya dengan Singapura membuat Batam berpotensi berkembang sebagai salah satu digital gateway Indonesia.Ada empat kekuatan yang saling mendukung:
Singapore proximity → Submarine Cable → Data Center → Cloud & AI
Dengan semakin banyak kabel yang mendarat, bertambahnya data center skala besar, dan berkembangnya konektivitas yang netral terhadap operator, Batam dapat menjadi simpul penting dalam ekosistem infrastruktur digital regional.
Semakin besar adopsi Artificial Intelligence, semakin besar pula kebutuhan memindahkan data antara pengguna, data center, cloud region dan pusat komputasi. Artinya, pembangunan AI tidak hanya membutuhkan: GPU + DATA CENTER + POWER tetapi sebenarnya membutuhkan: GPU + DATA CENTER + POWER + CLOUD + HIGH-CAPACITY CONNECTIVITY + SUBMARINE CABLE
Karena itu kabel bawah laut dapat dipandang sebagai salah satu backbone fisik AI economy.
Peluang proyek yang bisa diturunkan Bila dibaca dari perspektif peluang proyek, perkembangan ini berpotensi menciptakan ekosistem bisnis jauh lebih luas daripada sekadar manufaktur kabel: submarine cable system, marine survey, cable laying vessel, cable landing station, terrestrial fiber/backhaul, network equipment, optical transmission, data center interconnection, power infrastructure, cybersecurity, network monitoring, inspection, maintenance, permitting, marine services, hingga construction/EPC.
Jadi satu proyek kabel bawah laut sebenarnya dapat menghasilkan rantai proyek turunan yang cukup panjang.