RUBRIK VOLUME 127 :
 
o PROYEK TELEKOMUNIKASI
o PROYEK KELISTRIKAN
 
PROYEK MIGAS
Outlook Eksplorasi Migas 2026 – Non Pertamina Group

Informasi ini menjadi referensi penting bagi perusahaan penyedia barang dan jasa untuk mempersiapkan strategi bisnis, membangun kolaborasi, serta menangkap peluang proyek sejak tahap awal perencanaan.




Data yang disajikan berasal dari Execution Plan Sumur Migas 2026 dan memperlihatkan aktivitas eksplorasi yang tersebar di berbagai wilayah strategis Indonesia.







Gambaran Umum Program Eksplorasi

Pada tahun 2026, terdapat 16 KKKS Non Pertamina yang akan melaksanakan program pengeboran dengan total 16 sumur. Dari jumlah tersebut:




  • 13 sumur baru (New Well) akan mulai dikerjakan.




  • 3 sumur Carry Forward (C/F) merupakan kelanjutan program sebelumnya.





Total target kedalaman pengeboran mencapai 104.956 meter, menunjukkan besarnya investasi dan aktivitas eksplorasi yang akan berlangsung. Program ini menjadi indikator bahwa kegiatan eksplorasi migas nasional masih terus berkembang dan membuka peluang besar bagi industri pendukung.






Operator yang Terlibat



Beberapa operator yang tercantum dalam rencana kerja tahun 2026 antara lain:




  • Medco E&P Grissik Ltd.




  • EMP Bentu Ltd.




  • Minarak Brantas Gas Inc.




  • Imbang Tata Alam.




  • Premier Oil Natuna Sea B.V.




  • Saka Energi Sepinggan.




  • Petrogas (Island) Ltd.




  • Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd.




  • Petrogas (Basin) Ltd.




  • PT Indo Sino Oil and Gas.





Keberagaman operator menunjukkan tingginya aktivitas eksplorasi yang melibatkan perusahaan nasional maupun internasional.








Sebaran Wilayah Kerja

Kegiatan pengeboran akan dilaksanakan di sejumlah wilayah migas strategis Indonesia, antara lain:




  • Natuna Sea "A"




  • Corridor (Jawa Barat Utara)




  • Malacca Strait




  • Pekawai (Kalimantan Timur)




  • Salawati (Papua Barat)




  • Sengkang (Sulawesi Selatan)




  • Vogelkop – Kepala Burung




  • Wain (Sumatera Tengah)




  • South Sumatera Basin





Sebaran wilayah ini menunjukkan bahwa eksplorasi migas tidak hanya terpusat di satu kawasan, tetapi berlangsung di berbagai cekungan migas utama Indonesia.

Daftar Rencana Sumur

Daftar lengkap rencana pengeboran yang meliputi:




  • Nama operator.




  • Wilayah kerja.




  • Field atau lapangan migas.




  • Nama sumur.




  • Jenis pekerjaan (New maupun Carry Forward).




  • Nilai WP&B 2026.




  • Jadwal pelaksanaan (Execution Plan).




  • Target penyelesaian.




  • Target kedalaman masing-masing sumur.





Informasi ini sangat bermanfaat bagi perusahaan yang ingin mengidentifikasi proyek sesuai spesialisasi dan waktu pelaksanaannya.








Insight Utama

beberapa insight penting, di antaranya:




  • Aktivitas eksplorasi cukup tinggi di Natuna Sea "A", dengan tiga sumur Carry Forward yang tetap berlanjut pada tahun 2026.




  • Sumur dengan target kedalaman terbesar berada di wilayah Pekawai dan Salawati, menunjukkan kebutuhan teknologi pengeboran yang lebih kompleks.




  • Aktivitas pengeboran berlangsung hampir sepanjang tahun dengan puncak kegiatan pada periode April, Juni, Juli, September, Oktober, dan Desember.




Banyak operator internasional masih aktif berinvestasi di Indonesia, sehingga membuka peluang kolaborasi dan penguatan rantai pasok nasional.








Potensi Peluang Pengadaan

Poster menegaskan bahwa aktivitas eksplorasi tersebut akan menciptakan permintaan besar terhadap berbagai produk dan jasa, antara lain:




  • Drilling Services.




  • Well Services.




  • Marine & Logistics.




  • Peralatan dan Material.




  • Engineering & Construction.




  • HSE dan Training.




  • Penyedia Manpower.




  • Camp & Catering.




  • Geoscience & Survey.




  • Testing & Commissioning.





Seluruh bidang tersebut merupakan sektor yang berpotensi memperoleh peluang pengadaan selama proyek eksplorasi berlangsung.








Nilai Strategis bagi Pelaku Industri




  • Bagi anggota Tender Indonesia, informasi ini menjadi dasar untuk:




  • Mengidentifikasi proyek yang akan dimulai.




  • Menentukan target operator dan wilayah kerja.




  • Menyusun strategi pemasaran lebih awal.




  • Menyiapkan kapasitas produksi maupun tenaga kerja.




  • Membangun komunikasi dengan operator sebelum proses pengadaan dimulai.





Dengan mengetahui rencana pengeboran sejak tahap awal, perusahaan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke dalam rantai pasok proyek.








Kesimpulan




Dengan melibatkan 16 operator, 16 rencana sumur, dan target pengeboran lebih dari 104 ribu meter, sektor hulu migas diproyeksikan tetap menjadi salah satu penggerak investasi nasional.

Selain memberikan informasi teknis mengenai lokasi dan jadwal pengeboran, poster ini juga memperlihatkan besarnya peluang bisnis bagi penyedia barang dan jasa di bidang pengeboran, logistik, konstruksi, engineering, HSE, hingga commissioning. Bagi pelaku industri, informasi seperti ini merupakan dasar penting untuk membangun strategi kolaborasi dan memenangkan peluang proyek sejak tahap perencanaan.

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com