RUBRIK VOLUME 127 :
 
o PROYEK TELEKOMUNIKASI
o PROYEK KELISTRIKAN
 
BUSINESS MATCHING
Proyek Liquid CO2 Kaltim Parna Raya – Hilirisasi CO2 untuk Industri dan Ketahanan Pangan
Proyek ini merupakan contoh nyata hilirisasi industri yang memanfaatkan gas karbon dioksida (CO2) hasil samping (by-product) dari proses produksi amonia menjadi Liquid CO2 yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor industri.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa limbah industri tidak selalu menjadi beban lingkungan, tetapi dapat diolah menjadi komoditas strategis yang mendukung industri nasional, ketahanan pangan, hingga pengembangan energi masa depan.







Hilirisasi CO2 Menjadi Produk Bernilai Tambah



Kaltim Parna Raya mampu memproses sekitar 2.000 ton gas CO2 per hari menjadi Liquid CO2 melalui fasilitas pengolahan khusus.


Dengan teknologi tersebut, gas CO2 yang sebelumnya hanya merupakan hasil samping produksi amonia berubah menjadi bahan baku industri yang memiliki banyak aplikasi komersial. Proyek ini menjadi salah satu contoh implementasi ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali hasil samping industri agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.






Manfaat Liquid CO2 untuk Industri Pangan


Salah satu pemanfaatan utama Liquid CO2 adalah sebagai media pembekuan cepat (Cryogenic Freezing) untuk produk pangan.

Contoh penerapannya di Thailand, dimana CO2 cair digunakan untuk membekukan seafood, daging, buah, sayuran, makanan siap saji, dan produk ekspor.


  • Keunggulan metode ini meliputi:

  • Mempertahankan tekstur produk.

  • Menjaga warna dan cita rasa alami.

  • Mempertahankan kandungan nutrisi.

  • Memperpanjang umur simpan produk.

  • Sangat cocok untuk industri ekspor pangan yang membutuhkan kualitas tinggi.



Teknologi ini menjadi salah satu solusi penting dalam memperkuat rantai dingin (cold chain) nasional.






Cryogenic Liquid CO2 vs Pendinginan Konvensional


  • Poster membandingkan teknologi Cryogenic Liquid CO2 dengan sistem pendinginan konvensional.

  • Cryogenic Liquid CO2 memiliki beberapa keunggulan:

  • Suhu pembekuan sangat rendah hingga sekitar -78,5°C.

  • Pembekuan berlangsung jauh lebih cepat.

  • Kristal es yang terbentuk sangat kecil sehingga tidak merusak struktur sel bahan pangan.

  • Kualitas, tekstur, warna, dan rasa tetap terjaga.




Sedangkan metode pendinginan konvensional:


  • Bekerja pada kisaran suhu sekitar -18°C hingga -30°C.

  • Proses pembekuan lebih lambat.

  • Kristal es yang terbentuk lebih besar sehingga dapat merusak jaringan sel produk.

  • Menyebabkan penurunan kualitas dan nilai jual produk.


Perbandingan tersebut menunjukkan keunggulan teknologi cryogenic bagi industri pangan modern.






Berbagai Aplikasi Liquid CO2


Poster menjelaskan bahwa Liquid CO2 memiliki pemanfaatan yang sangat luas, di antaranya:


  • Industri pangan, khususnya untuk pembekuan cepat produk hasil pertanian dan perikanan.

  • Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi minyak bumi.

  • Industri minuman sebagai bahan karbonasi.

  • Industri manufaktur untuk proses pengelasan dan fabrikasi.

  • Pengolahan air, termasuk pengendalian pH dan proses kimia.

  • Cold chain dan dry ice untuk logistik serta penyimpanan produk beku.

  • Industri kimia, sebagai bahan baku berbagai proses produksi.



Keberagaman aplikasi tersebut menjadikan Liquid CO2 sebagai komoditas strategis bagi banyak sektor industri.







Peluang Bisnis
Berbagai peluang bisnis yang terbuka bagi anggota Tender Indonesia, antara lain:


  • EPC pembangunan fasilitas Liquid CO2.

  • Tangki cryogenic dan pressure vessel.

  • ISO tank container.

  • Kapal pengangkut Liquid CO2.

  • Truk cryogenic.

  • Cold storage dan cryogenic freezer.

  • Peralatan dry ice.

  • Sistem distribusi dan cold chain.

  • Operasi, pemeliharaan, serta inspeksi fasilitas.



Hal ini menunjukkan bahwa proyek Liquid CO2 tidak hanya membuka peluang di sektor kimia, tetapi juga pada industri logistik, peralatan industri, konstruksi, hingga jasa teknik.






Kolaborasi Industri


kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, di antaranya:


  • Mangara Marpauang – Assistant to President, Parna Raya Group.

  • Tito Loho – CEO Tender Indonesia.

  • Halim Chandra – Chairman APKIDA.

  • Moch Safiie – Director Tech, Kaltim Parna Raya Industri.




Kolaborasi tersebut menggambarkan sinergi antara industri, asosiasi, dan platform bisnis dalam mempercepat hilirisasi industri nasional.







Kesimpulan

Poster ini menunjukkan bahwa proyek Liquid CO2 Kaltim Parna Raya merupakan contoh keberhasilan hilirisasi industri berbasis ekonomi sirkular. Dengan mengubah gas CO2 hasil samping menjadi produk industri bernilai tinggi, proyek ini mampu mendukung sektor pangan, energi, manufaktur, logistik, dan industri kimia secara bersamaan.

Selain meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, proyek ini juga membuka peluang investasi, pengembangan teknologi, dan kolaborasi bisnis yang luas bagi berbagai pelaku industri. Inovasi seperti ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat daya saing industri Indonesia sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com