Ini sebuah forum investasi yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Subang untuk mempromosikan peluang investasi, mengevaluasi capaian investasi, dan menyampaikan arah pembangunan ekonomi daerah. TENDER INDONESIA & FSII (Forum Sinergi Inovasi Industri) merupakan mitra strategis bagi 7 kabupaten di Jawa Barat yang dikenal sebagai koridor di dalam kordinasi REBANA. REBANA dibentuk oleh Provinsi Jawa Barat untuk mampu menginventarisir semua peluang dan tantangan dalam pengembangan kawasan ekonomi di 7 kabupaten termasuk kab Subang.
Pokok-Pokok Materi paparan dalam kegiatan ini adalah : 1. Estafet Keberhasilan Subang Investment Summit Yang menjelaskan perjalanan Subang Investment Summit sejak 2022 hingga berkembang menjadi Subang Investment Forum 2026. Beberapa poin yang disampaikan: SIS 2022 menjadi titik awal percepatan investasi daerah. Lahirnya berbagai komitmen investasi dan penandatanganan kerja sama, juga emperkuat kolaborasi pemerintah, BUMD, dan dunia usaha. serta mengusung pembangunan berkelanjutan melalui sinergi kawasan industri.
Forum 2026 diarahkan menjadi wadah kolaborasi investasi yang lebih luas. Pesan utamanya adalah bahwa pembangunan investasi dilakukan secara bertahap dan konsisten, bukan melalui program yang bersifat sesaat.
2. Realisasi Investasi Melampaui Target Paparan memperlihatkan grafik perkembangan investasi. Intinya adalah nilai investasi meningkat setiap tahun. Tahun 2025 menjadi pencapaian tertinggi. Realisasi investasi mencapai sekitar Rp18,2 triliun, jauh melampaui target provinsi maupun indikator kinerja daerah. Maknanya bahwa kpercayaan investor terhadap Kabupaten Subang terus meningkat. Kebijakan pemerintah daerah dinilai berhasil menciptakan iklim investasi yang kondusif.
3. Dalam Sambutan Bupati Subang Bupati Reynaldy Putra Andita menyampaikan visi: Subang Investment Forum 2026 "Connecting Investment, Empowering Local Economy." Makna tema tersebut: investasi bukan sekadar menghadirkan modal, tetapi harus menciptakan lapangan kerja, mengembangkan UMKM, meningkatkan daya saing industri, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Subang.
4. Momentum Pertumbuhan Jawa Barat Presentasi berikutnya oleh Kepala RRBANA Bpk Hemly Yahya menjelaskan mengapa Subang memiliki peluang investasi yang besar. Beberapa fakta yang ditampilkan yakni bahwa Indonesia memiliki ekonomi terbesar dunia (Top 20), populasi lebih dari 280 juta jiwa, posisi strategis ASEAN, basis manufaktur yang terus berkembang. Sementara Jawa Barat sendiri memiliki peranan sebagai tujuan investasi terbesar nasional, provinsi industri terbesar, kontribusi manufaktur tertinggi, jumlah kawasan industri terbanyak di Indonesia.
Kesimpulannya: Subang berada di pusat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sehingga memiliki peluang besar menjadi pusat investasi baru.
5. Strategi Masa Depan: Red Ocean – Blue Ocean – Black Ocean Ada menjadi salah satu materi paling menarik adalah selain tetap mengembangkan Red Ocean yang mana fokus pada peningkatan sektor yang sudah ada. Misalnya pertanian, industri manufaktur, pariwisata, pelayanan investasi. Tujuannya meningkatkan produktivitas sektor eksisting. Maka ditempuh juga strategi Blue Ocean yakni menciptakan sumber pertumbuhan baru. Contohnya: agro-maritim, kawasan industri hijau, smart logistics, digitalisasi, inovasi teknologi.
Pendekatan ini berupaya menciptakan pasar baru yang belum banyak pesaing. Bahkan diperkenalkan istilah Black Ocean yakni upaya membahas risiko masa depan. Di antaranya: perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, risiko geopolitik, urbanisasi, keterbatasan SDM, ancaman terhadap rantai pasok.
Pemerintah daerah menyiapkan strategi mitigasi agar investasi tetap berkelanjutan.
memperlihatkan suasana kebersamaan para peserta dan narasumber setelah forum. Momen ini menunjukkan bahwa Subang Investment Forum bukan sekadar seminar, tetapi menjadi ajang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku industri, investor, konsultan, akademisi, dan komunitas bisnis untuk membangun kolaborasi investasi.
Insight bagi TENDER INDONESIA & FSII bahwa kerjasama dalam forum seperti ini sangat relevan dengan ekosistem TENDER INDONESIA karena menghasilkan berbagai peluang yang dapat dikembangkan bagi para member.
Peluang antara lain: 1. Identifikasi proyek investasi baru sedari awal jauh sebelum memasuki tahap tender 2. Membangun hubungan langsung dengan pemerintah daerah, kawasan industri, dan investor.
Ini membuka peluang penyelenggaraan : 1. Business Matching, 2. Innovation Forum, 3. Project Visit bersama Pemerintah Kabupaten Subang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan teknologi, logistik, konstruksi, energi, manufaktur, dan digitalisasi yang akan muncul dari ekspansi investasi di Subang.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan menggambarkan bahwa Kabupaten Subang memposisikan diri sebagai salah satu hub investasi industri baru di Jawa Barat, dengan strategi yang menggabungkan peningkatan sektor eksisting, penciptaan peluang ekonomi baru, dan pengelolaan risiko jangka panjang.