Gendalo Field merupakan lapangan gas laut dalam di Kutai Basin, Kalimantan Timur yang dikembangkan Eni sebagai bagian dari SOUTH HUB bersama Gandang Field. Pengembangan Gendalo–Gandang telah mencapai Final Investment Decision (FID) pada Maret 2026. Proyek diarahkan menuju start-up pada 2028. Berbeda dengan Geng North–Gehem yang membentuk North Hub dengan FPSO baru, Gendalo–Gandang menggunakan konsep SUBSEA TIE-BACK dengan memanfaatkan Jangkrik FPU yang sudah beroperasi. Dengan demikian, inti pengembangan Gendalo adalah membangun sumur produksi dan fasilitas subsea baru, kemudian menghubungkannya ke existing production infrastructure.
KONFIGURASI SOUTH HUB Skema utama pengembangan: GENDALO DEVELOPMENT WELLS + GANDANG DEVELOPMENT WELLS ↓ SUBSEA WELLHEAD & TREE ↓ SUBSEA MANIFOLD ↓ SUBSEA CONTROL SYSTEM ↓ FLOWLINE + UMBILICAL ↓ JANGKRIK FPU ↓ GAS PROCESSING & COMPRESSION ↓ EXISTING EXPORT INFRASTRUCTURE ↓ GAS MARKET
7 PRODUCING WELLS Pengembangan Gendalo–Gandang South Hub direncanakan menggunakan sekitar 7 producing wells.
Sumur-sumur tersebut berada pada lingkungan deepwater dengan kedalaman air sekitar 1.000–1.800 meter. Karena tidak menggunakan conventional wellhead platform, produksi dari sumur dikendalikan melalui subsea production system.
Sistem utama mencakup: - Subsea wellhead - Subsea tree - Subsea manifold - Subsea control system - Flowline - Umbilical - Subsea valves & connectors - Chemical injection system - Monitoring system
SUBSEA TIE-BACK KE JANGKRIK FPU Salah satu ciri utama proyek Gendalo adalah pemanfaatan Jangkrik FPU sebagai fasilitas penerima dan pengolahan produksi. Fluida dari Gendalo dan Gandang dialirkan dari subsea wells melalui flowline menuju Jangkrik FPU.
Umbilical menghubungkan fasilitas permukaan dengan subsea equipment untuk kebutuhan hydraulic power, electrical power, chemical injection serta control dan communication. Konfigurasi ini memungkinkan Gendalo–Gandang dikembangkan tanpa membangun floating production facility baru.
JANGKRIK FPU Jangkrik FPU merupakan existing production facility yang menjadi pusat pengolahan South Hub. Masuknya produksi Gendalo–Gandang membutuhkan integrasi dengan fasilitas existing, antara lain pada:
- Production receiving system - Separation - Gas processing - Compression - Condensate handling - Metering - Piping - Electrical system - Instrumentation - Process control - Safety system - Utility system
Karena fasilitas sudah beroperasi, sebagian pekerjaan juga berupa modification dan tie-in terhadap existing topside facilities.
KAPASITAS SOUTH HUB Gendalo dan Gandang dikembangkan sebagai satu kesatuan produksi. South Hub diproyeksikan mencapai plateau sekitar: ± 800 MMSCFD GAS
Angka tersebut merupakan produksi gabungan Gendalo–Gandang, bukan produksi Gendalo secara individual. Gas yang telah diproses melalui Jangkrik FPU kemudian menggunakan infrastruktur ekspor yang sudah tersedia.
DEVELOPMENT: Gendalo + Gandang — SOUTH HUB AREA: Kutai Basin / Makassar Strait, East Kalimantan
OPERATOR: Eni
STATUS: FID — March 2026
DEVELOPMENT CONCEPT: Deepwater subsea development with tie-back to Jangkrik FPU
PRODUCING WELLS: Approximately 7 wells — Gendalo & Gandang combined
WATER DEPTH: Approximately 1,000–1,800 meters
PRODUCTION FACILITY: Existing Jangkrik FPU
PLATEAU PRODUCTION: Approximately 800 MMSCFD gas — South Hub combined
TARGET START-UP: 2028
POSISI GENDALO DALAM DEEPWATER DEVELOPMENT ENI SOUTH HUB GENDALO + GANDANG → 7 producing wells → subsea production system → tie-back → Jangkrik FPU
NORTH HUB GENG NORTH + GEHEM → 16 producing wells → subsea production system → new FPSO → export pipeline
Perbedaan ini menjadi ciri utama kedua pengembangan. Gendalo–Gandang mengoptimalkan existing Jangkrik infrastructure. Geng North–Gehem membangun pusat produksi baru melalui North Hub.
PROJECT UPDATE MESSAGE GENDALO ADALAH BAGIAN DARI SOUTH HUB DEEPWATER DEVELOPMENT.
Inti proyeknya adalah: 7 PRODUCING WELLS → SUBSEA PRODUCTION SYSTEM → FLOWLINE & UMBILICAL → TIE-BACK TO JANGKRIK FPU → GAS PROCESSING → EXISTING EXPORT INFRASTRUCTURE
Dengan konfigurasi tersebut, Gendalo–Gandang menjadi pengembangan deepwater yang memanfaatkan infrastruktur Jangkrik untuk membawa cadangan gas baru menuju produksi pada 2028.
TENDER INDONESIA PROJECT UPDATE PROJECT • STATUS • ENGINEERING • FACILITIES • TECHNOLOGY • PROJECT SCOPE