Mako Gas Field di Duyung PSC, West Natuna Sea menjadi salah satu proyek gas offshore yang penting untuk dicermati karena telah bergerak dari tahap pengembangan cadangan menuju eksekusi proyek. Dengan Conrad Asia Energy melalui WNEL sebagai operator, proyek ini diarahkan untuk membawa sumber daya gas Mako masuk ke sistem pasokan gas domestik, termasuk kebutuhan PLN.
Yang menarik dari Mako bukan hanya rencana pengeborannya. Pengembangan proyek membentuk satu rangkaian pekerjaan yang saling terhubung, mulai dari 6 development wells, fasilitas produksi offshore/MOPU, processing dan compression, hingga pembangunan pipeline sekitar 59 km menuju Kakap KF Platform. Dengan demikian, Mako bukan sekadar proyek drilling, melainkan sebuah INTEGRATED OFFSHORE GAS DEVELOPMENT.
DARI SUMUR HINGGA GAS MASUK KE PASAR Development Wells → Well Completion → Offshore Production/MOPU → Gas Processing & Compression → ±59 km Pipeline → Kakap KF Platform → Gas Transportation → Market
Setiap tahapan tersebut menciptakan kebutuhan engineering, equipment, material dan jasa yang berbeda. Pada sisi sumur, kebutuhan dapat mencakup drilling rig dan drilling services, OCTG/casing/tubing, cementing, drilling fluids, wellhead, completion equipment, logging dan well testing. Ketika produksi bergerak menuju fasilitas permukaan, kebutuhan bergeser kepada separator, gas compressor, pressure vessel, piping, valves, pumps, metering, electrical system, instrumentation, control & safety system, termasuk berbagai supporting utilities. Sementara pembangunan pipeline offshore membuka kebutuhan lain mulai dari line pipe, coating, welding, NDT, corrosion protection, subsea installation, marine vessel hingga inspection.
PELUANGNYA BUKAN SATU TENDER Inilah yang penting bagi kontraktor dan supplier. Sebuah proyek seperti Mako tidak seharusnya dibaca hanya dengan pertanyaan:
“Kapan tender Mako keluar?” Sebab pekerjaan proyek akan terpecah menjadi berbagai package dan sub-package yang dapat melibatkan operator, EPC contractor, drilling contractor, fabrication company, marine contractor sampai berbagai equipment manufacturer dan specialist service company.
Semakin proyek bergerak mendekati first gas, karakter peluang juga berubah. Pada fase awal kebutuhan didominasi engineering dan long-lead procurement. Berikutnya bergerak menuju fabrication, drilling, construction dan installation, kemudian testing dan commissioning, dan akhirnya memasuki operation & maintenance.
SO WHAT FOR BUSINESS? Bagi perusahaan yang ingin masuk, menunggu pengumuman tender dapat berarti terlambat. Yang perlu dilakukan adalah memetakan package yang sesuai dengan kompetensi perusahaan, mengetahui siapa EPC/main contractor dan technology provider yang terlibat, memastikan vendor registration serta mulai membangun komunikasi sebelum procurement mencapai tahap akhir.
Inilah fungsi PROJECT INTELLIGENCE. Bukan hanya mengetahui bahwa proyek Mako ada, tetapi memahami: APA YANG AKAN DIKERJAKAN? TEKNOLOGI APA YANG DIBUTUHKAN? EQUIPMENT & SERVICE APA YANG AKAN DIBELI? SIAPA YANG TERLIBAT? DI MANA PERUSAHAAN KITA DAPAT MASUK? DAN KAPAN HARUS MULAI BERGERAK?
PROJECT UPDATE MESSAGE MAKO IS MOVING FROM GAS RESOURCE INTO PHYSICAL DEVELOPMENT. Ketika sebuah proyek mulai bergerak dari reservoir menuju pembangunan fasilitas fisik, maka rantai peluang bisnis ikut bergerak bersamanya.