RUBRIK VOLUME 135 :
 
o PROJECT COLLABORATION
 
BUSINESS MATCHING
Innovation & Engineering Business Matching 2026
Mempertemukan Pemilik Proyek, Riset, dan Solusi Teknologi

Kamis, 3 September 2026 | JIExpo Kemayoran, Jakarta



Innovation & Engineering Business Matching 2026 Sesi I mempertemukan pelaku industri, pemilik proyek, pengelola fasilitas, serta peneliti dalam satu ruang diskusi yang bersifat langsung dan praktis. Kegiatan ini bukan sekadar seminar. Para peserta dapat duduk bersama narasumber di meja khusus untuk memperkenalkan kemampuan perusahaan, memahami kebutuhan proyek, membahas persoalan teknis, dan menjajaki kemungkinan kolaborasi.
Sesi pertama mencakup lima bidang yang sedang berkembang pesat: data center, geothermal, transisi energi, microgrid, dan teknologi sel surya.

Enam Narasumber, bekecimpung dalam  Lima Bidang Strategis
1. Rosa — DIGITAL EDGE
Bidang: Data Center

Pertumbuhan kebutuhan penyimpanan dan pengolahan data membuka peluang besar bagi industri pendukung data center.

Peluangnya tidak hanya pada pembangunan gedung, tetapi juga meliputi:
-Sistem kelistrikan dan gardu
-UPS, baterai, dan genset
-Sistem pendingin
-Fire protection
-Kabel dan konektivitas
-Monitoring serta otomasi
-Cybersecurity
-Operasi dan pemeliharaan fasilitas

Melalui business matching, perusahaan dapat memahami standar teknis, kebutuhan vendor, dan jalur masuk ke dalam ekosistem proyek data center.

.
2. Yayan — STT GDC
Bidang: Data Center

Kehadiran STT GDC memperkuat pembahasan mengenai kebutuhan pembangunan dan pengoperasian fasilitas data center.
Di balik sebuah data center terdapat rantai pasok engineering yang sangat luas. Selain penyedia teknologi utama, proyeknya membutuhkan konsultan, kontraktor, integrator, pemasok material, tenaga ahli, perusahaan commissioning, dan penyedia layanan pemeliharaan.

Artinya, peluangnya terbuka bagi banyak perusahaan—bukan hanya pemain teknologi informasi.

.
3. Ayu — GEODIPA
Bidang: Geothermal

Pengembangan panas bumi merupakan proyek energi yang kompleks dan berjangka panjang. Kegiatannya mencakup eksplorasi, pengeboran, pembangunan pembangkit, jaringan perpipaan, fasilitas pendukung, hingga operasi dan pemeliharaan.

Beberapa peluang dalam ekosistem geothermal meliputi:
-Jasa survei dan studi teknis
-Drilling dan well services
-Peralatan kepala sumur
-Pipa, valve, dan fitting
-Mechanical dan electrical construction
-Instrumentation and control
-Pengelolaan lingkungan
-Logistik proyek
-Operation and maintenance

Pertemuan langsung dengan GEODIPA memberi kesempatan kepada peserta untuk memahami kebutuhan lapangan sebelum suatu pengadaan atau tender diumumkan.

.
4. Febby — KALISTA, INDIKA Group
Bidang: Energy Transition Enabler

Transisi energi membutuhkan lebih dari sekadar penggunaan energi terbarukan. Perusahaan juga memerlukan mitra yang mampu membantu proses elektrifikasi, efisiensi energi, penurunan emisi, dan penerapan teknologi rendah karbon.

Peluangnya dapat mencakup:
-Elektrifikasi kendaraan dan armada
-Infrastruktur pengisian daya
-Energi terbarukan
-Sistem penyimpanan energi
-Manajemen energi
-Integrasi sistem digital
-Pengukuran dan pengurangan emisi

KALISTA berpotensi menjadi jembatan antara kebutuhan perusahaan yang ingin bertransisi dengan penyedia teknologi dan solusi engineering.

.
5. Kholid — BRIN
Bidang: Micro Grid System

Microgrid menjadi solusi penting untuk kawasan industri, pulau kecil, daerah terpencil, fasilitas khusus, dan lokasi yang memerlukan pasokan listrik mandiri.
Sistem ini dapat mengintegrasikan beberapa sumber energi, seperti PLTS, baterai, genset, dan jaringan PLN, melalui sistem pengendalian yang terpadu.

Peluang kolaborasinya meliputi:

-Pengembangan pilot project
-Sistem kontrol dan monitoring
-Integrasi pembangkit
-Battery energy storage system
-Power electronics
-Pengujian dan validasi sistem
-Manufaktur komponen lokal
-Implementasi di kawasan industri atau daerah terpencil


.
6. Annisa — BRIN
Bidang: PV Solar Cell Laboratory

Laboratorium PV Solar Cell BRIN memiliki peran penting dalam penelitian, pengujian, dan pengembangan teknologi fotovoltaik.

Kolaborasi industri dengan laboratorium riset dapat membantu pengembangan:

-Material sel surya
-Modul fotovoltaik
-Peningkatan efisiensi
-Pengujian kualitas dan ketahanan
-Standardisasi produk
-Prototipe teknologi
-Hilirisasi hasil penelitian
-Penguatan manufaktur nasional


Keterlibatan BRIN membuka kesempatan agar penelitian tidak berhenti sebagai hasil laboratorium, tetapi dapat diterapkan dalam produk dan proyek nyata.

Dari Pertemuan Menuju Peluang Proyek
-Nilai utama kegiatan ini terletak pada bertemunya tiga unsur penting:
-Pemilik kebutuhan menjelaskan persoalan dan rencana pengembangan.
-Peneliti menawarkan teknologi serta kemampuan pengujian.
-Pelaku industri membawa produk, jasa, pengalaman, dan kapasitas implementasi.

Dari pertemuan tersebut dapat lahir berbagai tindak lanjut, seperti:
-Pertukaran informasi teknis
-Pengiriman company profile dan proposal solusi
-Pertemuan lanjutan dengan tim terkait
-Kunjungan fasilitas atau laboratorium
-Penyusunan pilot project
-Kolaborasi riset dan hilirisasi
-Registrasi calon vendor atau mitra
-Persiapan mengikuti peluang pengadaan
.

Peran AI TENDER INDONESIA
Informasi yang diperoleh dari business matching dapat dikembangkan menjadi basis pengetahuan melalui AI TENDER INDONESIA.
Peserta tidak hanya memperoleh nama proyek atau perusahaan, tetapi dapat mengeksplorasi hubungan antara:
PROYEK → KEBUTUHAN → TEKNOLOGI → PELAKU → KEY PERSON → PELUANG KOLABORASI → TINDAK LANJUT

Dengan demikian, AI berfungsi membantu anggota memahami peluang secara lebih cepat dan menyiapkan langkah masuk yang lebih terarah.
Akses melalui: www.chat.tender-indonesia.com

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com