BIDANG : Ekonomi, Bisnis, Komunikasi, Digitalisasi & Pengembangan Jaringan Usaha Perhimpunan INTI (Indonesia Tionghoa) memasuki masa bakti 2026–2030 dengan struktur bidang ekonomi dan bisnis yang luas. Di bawah koordinasi Wakil Ketua Umum Tomi Wistan, terdapat 26 bidang yang mencakup pengembangan ekonomi nasional, jejaring usaha, investasi, pembiayaan, UMKM, teknologi, digitalisasi, perdagangan internasional, komunikasi hingga kewirausahaan.
Struktur ini membuka peluang untuk menjadikan INTI bukan hanya sebagai wadah organisasi, tetapi juga sebagai ekosistem kolaborasi bisnis yang mempertemukan pengusaha, profesional, pemerintah, BUMN, korporasi, lembaga keuangan, investor, technology provider dan generasi entrepreneur baru.
SUSUNAN KEPENGURUSAN Wakil Ketua Umum: Tomi Wistan
1. Bidang Pengembangan Ekonomi Nasional Ketua: Tito Loho
2. Bidang Transformasi Bisnis & Daya Saing Global Ketua: Juanda Rovelim
3. Bidang Pengembangan Jejaring Strategis & Kolaborasi Ketua: Thomas Sugiarto
4. Bidang Pengembangan Jejaring & Ekosistem Bisnis Ketua: Rachmat Harsono Wakil Ketua: Yohanes Adrian, Wilson
5. Bidang Ekonomi Strategis Ketua: Dr. Hadi Wibowo Wakil Ketua: Alvin Verdika, Cendy Marshall
6. Bidang Kemitraan Pemerintah, BUMN & Korporasi Ketua: Hendy Ong Wakil Ketua: Husni Halim, Oscar Suwandi
7. Bidang Pengembangan Komunitas & Kolaborasi Strategis Ketua: Andro Hartanto
8. Bidang Bisnis & Penguatan Ekosistem Usaha Ketua: Erik Rizal Jahja Wakil Ketua: Andri Wijaya, Piter
9. Bidang Pengembangan UMKM & Akses Pasar Ketua: Stephen Adi Wakil Ketua: Jasson A. Tanko, Kasmito Tina
10. Bidang Perbankan & Akses Pembiayaan Ketua: Dr. Ahadi Subri, S.E., MBA
11. Bidang Regulasi Usaha Ketua: Dr. Kyatmaja Lookman, SH., MH
12. Bidang Koperasi & Pengembangan Usaha Ketua: Tony Cheung Wakil Ketua: Suandi
13. Bidang Perpajakan & Kepatuhan Usaha Ketua: Sabider Sinambela
14. Bidang Bisnis Manajemen & Transformasi Strategis Ketua: Sian Yet
15. Bidang Misi Bisnis & Eksplorasi Pasar Ketua: Moktar Pamungkas
17. Bidang Teknologi & Inovasi Bisnis Ketua: Daniel Tjokro Wakil Ketua: Ngo Adrian, Jullius Wenas , Eddy Rusli S.T., M.Eng.Sc., PhD
18. Bidang Bisnis Internasional, Talenta & Peluang Kerja Global Ketua: Ricky
19. Bidang Bisnis Internasional & Perdagangan Global Ketua: Ester Junita, S.H., M.M.
20. Bidang Ekonomi Kreatif & Pariwisata Bisnis Ketua: Christine Lai Wakil Ketua: Angelica, Valentina Melianda
21. Bidang Kerja Sama Bisnis, Investasi & Pembiayaan Strategis Ketua: Suhandoyo Lesmana Wakil Ketua: Indra Lim
22. Bidang E-commerce & Perdagangan Digital Ketua: Junianto Tunggal
23. Bidang Komunikasi & Media Bisnis Ketua: Catherine Keng Wakil Ketua: Tabitha C. Napitupulu, Harison Bangun
24. Bidang Pengembangan Pengusaha Wanita Ketua: Liliani Tjandra Wakil Ketua: Mega Indah, Henning Widjaja, Julita Sari Haryanto
25. Bidang Jejaring Tokoh Pengusaha & Edukasi Bisnis Ketua: Krista Wijaya Wakil Ketua: Denis Lim
26. Bidang Pengembangan Pengusaha Pemula & Kewirausahaan Pemuda Ketua: Jonas
26 BIDANG, SATU EKOSISTEM EKONOMI Jika dilihat sebagai satu kesatuan, struktur tersebut mempunyai rantai kolaborasi yang cukup lengkap:
PELUANG EKONOMI ↓ JEJARING & KOLABORASI ↓ TEKNOLOGI & DIGITALISASI ↓ INVESTASI & PEMBIAYAAN ↓ BUSINESS MATCHING ↓ UMKM & ENTREPRENEURSHIP ↓ AKSES PASAR NASIONAL & GLOBAL
Di sinilah Bidang Pengembangan Ekonomi Nasional yang diketuai Tito Loho dapat mengambil posisi sebagai salah satu penghubung lintas bidang: membaca perkembangan proyek, investasi dan industri Indonesia, mengidentifikasi peluang ekonominya, kemudian mempertemukan peluang tersebut dengan bidang INTI yang memiliki jaringan dan kompetensi terkait. Misalnya sebuah peluang hilirisasi pangan dapat sekaligus melibatkan Pengembangan Ekonomi Nasional, Teknologi & Inovasi Bisnis, UMKM & Akses Pasar, Perbankan & Akses Pembiayaan, E-commerce, Perdagangan Global, hingga Pengembangan Pengusaha Pemula.
Demikian pula proyek data center, energi, pertambangan, manufaktur, agro-industry, infrastruktur maupun industri digital dapat menjadi titik temu berbagai bidang dalam kepengurusan ini.
DARI NETWORKING MENJADI BUSINESS OPPORTUNITY Dengan kekuatan 26 bidang tersebut, orientasi kegiatan dapat bergerak dari sekadar networking menuju kolaborasi dan peluang bisnis nyata melalui Economic & Business Forum, Business Matching, Industrial Visit, Technology Matching, Investment & Financing Matching, International Business Mission, UMKM Market Access, serta program entrepreneurship seperti Foodpreneur Innovation Award.
Dengan demikian, kepengurusan ekonomi dan bisnis INTI 2026–2030 berpotensi menjadi sebuah business ecosystem yang menghubungkan:
PEOPLE x BUSINESS x TECHNOLOGY x CAPITAL x MARKET
untuk mendorong pertumbuhan usaha sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.
PERHIMPUNAN INTI — MASA BAKTI 2026–2030
Bersama Membangun Indonesia yang Lebih Kuat Terbang Lebih Tinggi, Berkarya untuk Negeri