RUBRIK VOLUME 135 :
 
o PROJECT COLLABORATION
 
BUSINESS MATCHING
Mapping The Biodiesel Maritime Supply Chain
From FAME Producers to Technology & Service Providers

Biodiesel maritime logistics bukanlah pekerjaan satu perusahaan. Di belakang perjalanan FAME dari produsen hingga masuk ke jaringan distribusi terdapat sejumlah pelaku yang saling terhubung dalam satu supply chain. Pada bagian awal terdapat produsen FAME. Setelah diproduksi, FAME membutuhkan sistem transportasi dan marine logistics untuk membawanya menuju jaringan distribusi berikutnya. Di sinilah vessel, floating storage, Ship-to-Ship (STS), marine operation, dan terminal menjadi bagian dari rantai logistik.

Secara sederhana, alurnya dapat dipetakan:
FAME PRODUCER → MARINE LOGISTICS → VESSEL & FLOATING STORAGE → STS → TERMINAL → DOWNSTREAM DISTRIBUTION → ENERGY MARKET

Dalam materi presentasinya, PTK menyatakan kesiapan untuk bekerja bersama anggota APROBI dalam mendukung kebutuhan maritime logistics yang semakin luas dan fleksibel seiring berkembangnya ekosistem biodiesel Indonesia.
Namun jika rantai tersebut dilihat dari perspektif bisnis, terdapat satu lapisan penting lainnya yang berada di sepanjang proses tersebut, yaitu technology and solution providers. Mereka dapat terdiri dari perusahaan engineering, kontraktor marine, equipment supplier, perusahaan inspection dan testing, maintenance company, instrumentation provider, automation company, hingga penyedia teknologi digital untuk monitoring dan reliability operasi.

Artinya, setiap bagian dari supply chain dapat mempunyai kebutuhan dan solution provider yang berbeda.
Produsen mempunyai kebutuhan terkait pengiriman produk. Marine operator membutuhkan dukungan vessel dan operasi. Floating storage dan STS membutuhkan equipment serta sistem transfer. Terminal membutuhkan fasilitas receiving, storage, instrumentation, dan supporting system. Seluruh aktivitas tersebut juga membutuhkan safety, inspection, maintenance, dan berbagai marine services. Di sinilah konsep Business Matching menjadi lebih menarik. Business matching seharusnya tidak hanya berarti mempertemukan buyer dengan seller.

Yang lebih penting adalah memahami terlebih dahulu:


Siapa mempunyai proyek?
Bagaimana operasinya?
Apa kebutuhan atau problem-nya?
Teknologi apa yang diperlukan?
Siapa yang mempunyai solusi?


Dengan pendekatan tersebut, sebuah informasi mengenai biodiesel dapat berkembang menjadi pemetaan hubungan antara project owner/user, operator, engineering company, contractor, technology provider, equipment supplier, dan service provider.
Inilah nilai sebuah supply chain intelligence. Kita tidak hanya mengetahui siapa pemainnya, tetapi juga memahami mengapa mereka perlu saling terhubung. Ketika hubungan tersebut sudah dapat dipetakan, informasi industri tidak lagi berhenti sebagai berita atau wawasan. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk supplier mapping, project monitoring, collaboration, dan business matching yang lebih terarah.

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com