Dari eVTOL, Heliport, Elektrifikasi hingga Integrated Mobility
Perkembangan Advanced Air Mobility (AAM) tidak hanya melahirkan pesawat baru. Di belakangnya terdapat berbagai produk, teknologi dan jasa yang harus bekerja sebagai satu ekosistem. Rangkaian IITS × HEXIA 2026 memperlihatkan beberapa teknologi dan layanan yang berpotensi menjadi bagian penting pembangunan Low Altitude Economy Indonesia.
1. VELA ALPHA
DOMESTIC eVTOL TECHNOLOGY
Vela Prima Nusantara mengembangkan VELA Alpha sebagai teknologi pesawat generasi baru untuk mendukung mobilitas udara. Dalam paparan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Vela Prima Nusantara tercantum sebagai domestic product dengan pengembangan 5-passenger eVTOL air taxi yang proses sertifikasinya sedang berjalan. Potensi aplikasinya tidak terbatas pada transportasi perkotaan, tetapi dapat berkembang untuk:
Materi VELA juga memperlihatkan gambaran koridor potensial seperti:
Jakarta → Airport → Karawang → Bandung
dan
Bali → Nusa Penida → Gilimanuk → Banyuwangi → Surabaya.
---
2. WHITESKY AVIATION
URBAN AIR MOBILITY & HELIPORT ECOSYSTEM
Whitesky Aviation membawa pengalaman operasional penerbangan helikopter sekaligus infrastruktur Cengkareng Heliport. Infrastruktur tersebut berpotensi berkembang sebagai fondasi:
Whitesky memaparkan transformasi dari air operator menjadi mobility ecosystem builder. Dalam rencana yang dipresentasikan, Whitesky menargetkan pengembangan hingga 200 unit eVTOL dalam 10 tahun, terdiri atas:
Elektrifikasi penerbangan membutuhkan ekosistem energi yang berbeda dari penerbangan konvensional. KALISTA, dengan Yoga Adiwinarto, menjadi bagian menarik dari ekosistem tersebut sebagai enabler elektrifikasi dan mitra Whitesky Aviation dalam menjajaki investasi terkait elektrifikasi dunia penerbangan menuju low-carbon emission.
Area teknologi dan jasa yang berpotensi berkembang meliputi:
EV/eVTOL Charging • Electrical Infrastructure • Energy Management • Battery Ecosystem • Renewable Energy Integration • Low-Carbon Mobility Solutions.
---
4. VERTIPORT & SUPPORTING INFRASTRUCTURE
INFRASTRUKTUR BARU UNTUK MOBILITAS UDARA
eVTOL tidak dapat berkembang tanpa jaringan infrastrukturnya. Peluang teknologi dan jasa dapat muncul pada:
Vertiport Design & Construction Electrical & Charging System Navigation & Communication Safety & Security System Passenger Facilities Fire & Rescue System Ground Support Equipment MRO Facilities
Ini membuka pasar baru bagi kontraktor, engineering company dan equipment supplier.
---
5. INTEGRATED MOBILITY & ITS
AIR + LAND + SEA + DIGITAL
Prof. Bambang Susantono mengangkat perspektif bahwa masa depan transportasi bukan mengenai satu moda yang dominan, tetapi bagaimana berbagai moda dapat bekerja sebagai Integrated Mobility Ecosystem.
Teknologi pendukungnya mencakup:
Mobility as a Service (MaaS) • Real-Time Information • Integrated Ticketing & Payment • Journey Planning • Wayfinding & Navigation • Data Integration • Dynamic Routing.
Dengan demikian perjalanan dapat berkembang menjadi:
HOME → GROUND MOBILITY → VERTIPORT → eVTOL → INTERCHANGE → LAST MILE → DESTINATION.
---
TECHNOLOGY OPPORTUNITY MAP
AIRCRAFT VELA Alpha • AutoFlight • Volant • SkyDrive ↓ INFRASTRUCTURE Heliport • Vertiport • Interchange Hub ↓ ENERGY Charging • Battery • Electricity • Renewable Energy ↓ AVIATION SYSTEM Navigation • Airspace Management • Safety • MRO ↓ DIGITAL ITS • MaaS • Data Platform • Payment • Mobility Application ↓ SERVICES Operations • Engineering • Maintenance • Logistics • Training