Salah satu contoh perubahan kebutuhan tersebut terlihat pada industri data center, yang berkembang seiring meningkatnya kebutuhan komputasi dan konektivitas. Pada forum Data Center Asia–Indonesia, perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan bahwa Indonesia saat ini memiliki 246 data center yang tersebar di 134 lokasi.
Seiring perkembangan tersebut, pembangunan data center tidak hanya mengenai peningkatan kapasitas, tetapi juga bagaimana fasilitas dapat menggunakan ruang dan energi secara efisien sekaligus dikembangkan tanpa harus membangun ulang infrastrukturnya dari awal.
Tandi Suriani, Digital Solutions Director for South East Asia, Prysmian Group, mengatakan pendekatan tersebut perlu dipertimbangkan sejak tahap desain. “Data center hari ini harus dibangun dengan mempertimbangkan pertumbuhan di masa depan. Solusinya harus scalable dan modular, sehingga ketika data center berkembang, infrastrukturnya tidak harus dibangun ulang dari nol. Dengan kebutuhan konektivitas yang terus meningkat, termasuk peralihan dari kecepatan 400 menuju 800 GBPS, maka fiber backbone perlu dirancang agar tetap dapat dikembangkan tanpa harus diganti secara menyeluruh,” paparnya