PROJECT REVIEW LAINNYA :
 
 
PROJECT REVIEW
 
2020-08-24 13:28:13
Proyek Rp 1,17 Triliun Untuk Sawit
PROJECT REVIEW kali ini tentang peluang bisnis Proyek Agriculture di Proyek Rp 1,17 Triliun Untuk Sawit.

Kami sampaikan, kini info semua Tender Proyek SKK Migas dan Pertamina, Tambang, Power Plant dan PLN, Infrastruktur PUPR dan Property, serta Telekomunikasi, Agriculture, Manufacture, Multiproject, Air Transportation, Marine Transportation, Financial dapat diakses lengkap di www.tender-indonesia.com

Secara rinci, kegiatan pengembangan komoditas sawit dengan pos anggaran dana talangan dari pemerintah, pertama, perbaikan mesin senilai Rp 1,17 triliun. Kedua, peremajaan tanaman (replanting) 4.484 hektare (ha) senilai Rp 413 miliar.

Saat ini, disparitas produktivitas sawit antar PTPN sangat tinggi, misalnya di PTPN II produktivitas sawit hanya 14 ton TBS per ha, PTPN IV 20 ton TBS per ha, sedangkan PTPN III hampir 26 ton TBS per ha, padahal lokasinya sama-sama di Sumatera Utara.

Dalam simulasi PTPN Group, dengan rata- rata produktivitas 20 ton TBS per ha dan rendemen 20% maka pada tahun kelima dari pencairan dana talangan maka PTPN Group bisa mengembalikan return ke pemerintah Rp 59 miliar per tahun.

Ketiga, pemupukan senilai Rp 965 miliar. Selama lima tahun terakhir ki- nerja PTPN Group sulit bangkit karena belum bisa melakukan pemupukan 100%, rata-rata hanya 60-70%, padahal secara agronomis pemupukan 100% bisa meningkatkan produksi sampai dua kali lipat.

Sebenarnya total kebutuhan pemupukan Rp 2,30 triliun, tapi sudah sebagian alokasikan di semester I-2020 kekurangannya Rp 965 miliar. Dampak pemupukan ke berat TBS baru 3-4 bulan lagi sejak kegiatan dimulai. Dengan Rp 965 miliar, pada tahun kedua atau tiga sejak pemupukan dilakukan, return bisa bisa Rp 1,28 triliun per tahun.

Keempat, perbaikan atau pengerasan infrastruktur jalan di kebun sawit senilai Rp 652 miliar. Industri sawit mengharuskan infrastruktur jalan yang kuat guna menahan tekanan gandar sampai 7-8 ton, persoalannya saat panen raya biasanya bersamaan dengan musim hujan sehingga PTPN terpaksa mengeluarkan biaya angkut dua kali lipat karena harus menggunakan dua jenis angkutan.

Kelima, modal kerja pembelian TBS petani Rp 208 miliar. Saat ini, total kapasitas PKS PTPN Group 3 juta ton per tahun dengan 2,20 juta ton di antaranya dari TBS sendiri dan sisanya dari petani baik plasma maupun masyarakat.

Dengan kapasitas meningkat maka biaya olah menurun dan margin pembelian TBS membaik dari saat ini 4%.

Terkait skema pinjaman, PTPN Group menyerahkan kepada pemerintah, bisa melalui PT SMI dengan penjamin PT PII misalnya. Dalam skema pengembaliannya, PTPN Group menargetkan pengembalian pokok pinjaman selama tiga tahun, mulai 2028 hingga 2031, dengan bunga yang diharapkan 2%.

Demikianlah PROJECT REVIEW kali ini, semoga dapat memberikan wawasan informasi peluang bisnis bagi anda. Informasi lengkap terkait tender proyek, daftar pemenang tender proyek, dan daftar proyek yang akan datang dapat dilihat selengkapnya dengan menjadi member di www.tender-indonesia.com
 
All Rights Reserved © Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com