|
Merukh Enterprises, perusahaan holding yang bergerak di bidang pertambangan dan penerbangan ini akan menambah armada pesawat sebanyak 12 unit dari Rusia.
Penambahan armada ini untuk keperluan penerbangan sebagai pendukung operasi pertambangan. "Kita sudah teken pembelian. Tahun depan akan datang empat unit dan sisanya di 2013," kata Presiden Direktur Merukh Enterprises, Rudy Merukh.
Untuk pembelian 12 unit pesawat ini, Merukh harus merogoh kocek lebih dari US$ 300 juta. Harga per unit Sukhoi Superjet 100 dengan kapasitas 100 penumpang tersebut antara US$ 30 juta hingga US$ 33 juta. Tambahan 12 unit pesawat dari Rusia ini akan menambah 63 unit pesawat dari China yang saat ini juga sudah mulai diadakan.
Anak usaha Merukh Enterprises yaitu PT Merukh Ama Coal memiliki tambang baru, sehingga perlu tambahan operasionalnya melalui kegiatan penerbangan. Ketujuh tambang tersebut yakni di Sumbawa Barat, Sumbawa Timur, Lembata Flores, Batu Licin Kalimantan Selatan, Lowa Manado Selatan, Kutai Timur, dan Kaimana Papua Barat.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|