|
Pemerintah Indonesia akan mengajak China ambil bagian dalam pembangunan Koridor Ekonomi Indonesia. Hal itu akan dikemukakan kepada Perdana Menteri China Wen Jiabao saat berkunjung ke Indonesia, 28-30 April 2011.
"Indonesia akan mengajak China dalam pembangunan koridor itu, khususnya zona ekonomi khusus yang akan dibangun nanti," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.
Dia memaparkan bahwa hal tersebut berkaitan dengan investasi di bidang infrastruktur dan industri, serta peningkatan nilai tambah investasi di bidang sumber daya alam, seperti pertambangan dan pertanian. "Bukan hanya bahan mentah dan komoditas, melainkan juga pada bahan olahannya juga, seperti peleburan metal dan lainnya," jelas Mari. Dia mengatakan dalam kesempatan kunjungan kenegaraan PM Wen ke Jakarta akan ada penandatanganan perjanjian antara Asosiasi Pertekstilan Indonesia dengan timpalan mereka, yang diharapkan mengurangi kekhawatiran sektor tekstil di Tanah Air.
"Dengan perjanjian itu, kita harapkan China dapat menyesuaikan dengan bisnis kita," ujarnya.
Adapun, pengamat ekonomi Angito Abimanyu menuturkan tiga poin penting yang harus dilakukan pemerintah saat ini yaitu Pertama, ACFTA tetap dilanjutkan dan tidak ada rencana notifikasi karena kerugian akibat kecurangan perdagangan tidak mampu dibuktikan.
Kedua, bila suatu negara mengalami defisit, negara surplus harus mendorong impor. Ketiga, pembentukan tim pengkajian terhadap perdagangan bilateral. Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|