|
Badan Pengatur Jalan Tol bakal mengakomodir usulan pemberian jaminan atas pinjaman perbankan untuk pembiayaan investasi 24 ruas tol, untuk mempercepat proses pelaksanaan amandemen perjanjian pengusahaan jalan tol dan pembangunan fisik proyek tersebut.
Kepala BPJT Achmad Ghani Gazaly mengatakan usulan itu, rencananya akan dituangkan dalam isian PPJT atau perjanjian pengusahaan jalan tol, untuk menjamin kepastian bagi perbankan untuk pengucuran kredit pada badan usaha jalan tol yang akan menggarap tol tersebut. "Kita akan mencoba mengakomodir dalam PPJT usulan jaminan ini, agar perbankan merasa aman memberikan kreditnya" ujarnya.
Dia mengatakan usulan penjaminan sebesar 70% dari total investasi itulah yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam percepatan penandatangan PPJT. Karena pemerintah berharap dalam pelaksanaan penandatangan tersebut seluruh pihak mau mematuhi isian yang dituangkannya. Untuk pendanaan proyek tol, memang 70% investasi akan diperoleh dari pinjaman perbankan, sedangkan 30% sisanya berasal dari equity perusahaan.
Saat ini, katanya, mereka tengah memfinalisasi isian kontrak PPJT sekaligus berusaha mengakomodir usulan dari semua pihak agar pelaksanaan proyek bisa dipatuhi dan tidak merugikan semua pihak. "Kita lakukan pembahasan pembahasan konsep PPJT dengan semua pihak sehingga jalan tolnya bisa direalisasikan sesuai target. Untuk penandatangan PPJT nya sendiri sebentar lagi," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Tol Indonesia Fatchurrahman menghimbau pemerintah memenuhi keinginan pengusaha untuk menuangkan kebijakan yang menjamin adanya konektivitas dari ruas tol yang akan dibangun tersebut.
Hal tersebut, katanya, untuk menghindari kerugian pengusaha akibat dari target lintas harian yang tidak tercapai karena tidak terkoneksinya jaringan tol yang sudah direncanakan. Misalnya saja adanya jaminan kepastian konektivitas untuk ruas tol JORR II dari Cengkareng hingga Cilincing.
Sedangkan menurut Dirjen Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto, saat ini kesiapan penandatanganan amandemen PPJT itu, tinggal menunggu kesiapan dari pemilik konsensi masing-masing ruas, yakni berupa pembahasan internal diperusahaan yang akan terikat kontrak dengan pemerintah untuk pembangunan ruas tol itu.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|