|
12 Perusahaan yang tergabung dalam konsorsium global South East Asia Japan Cable akhirnya sepakat membangun 8.900 km kabel laut serat optik yang akan menghubungkan delapan negara Asia, termasuk Indonesia.
Ririek Adriansyah, Presiden Direktur PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), mengatakan 12 anggota konsorsium global South-East Asia Japan Cable (SJC) mulai pekan lalu secara resmi memulai pembangunan.
"Kami (Telin) serius bergabung memperkuat infrastruktur internasional untuk meningkatkan layanan sehingga jaringan internasional Telin menjadi lebih bervariasi," ujarnya.
Menurut Ririek, dengan dimulainya pembangunan kabel bawah laut maka delapan negara akan terhubung diantaranya Brunei, China Daratan, Hong Kong, Filipina, Jepang dan Singapura dengan opsi diperpanjang sampai ke Indonesia dan Thailand.
Kabel bawah laut tersebut awalnya direncanakan memiliki panjang 8.300 kilometer dan menghubungkan lima negara atau teritorial.
Namun, panjang kabel bawah laut SJC kemudian diperluas menjadi 8.900 km dan berpotensi diperpanjang sampai dengan 10.700 km untuk menghubungkan delapan negara atau teritorial yang didukung oleh kapasitas awal lebih dari 15 terra bit per detik (Tbps). Adapun saat ini kapasitas yang dimiliki Telin dalam SJC mencapai 1,4 Tbps.
Ririek menambahkan konsorsium SJC telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan dua perusahaan pemasok yaitu TE SubCom dan NEC Corporation sebagai pihak yang ditunjuk untuk menyediakan dan menginstalasi sistem kabel bawah laut yang diharapkan siap beroperasi pada semester kedua 2013.
Konsorsium SJC terdiri dari Telin, Brunei International Gateway Sendirian Berhad, China Mobile, China Telecommunications Corporation, China Telecom Hong Kong International Ltd, Donghwa Telecom Co. Ltd., Globe Telecom, Inc, Google SJC Bermuda Ltd, KDDI Corporation, Singapore Telecommunications Limited, Telemedia Pacific Inc. dan TOT Public Co. Ltd.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|