|
PT Pertamina siap menaikkan produksi minyak blok West Madura apabila BUMN Migas tersebut diberi kesempatan menjadi operator hingga 30.000 barel perhari (bph).
Saat ini, produksi West Madura masih berkisar 13.000 bph hingga 14.000 bph. Operator West Madura saat ini adalah Kodeco Energy Co Ltd. "Kami menawarkan target produksi hingga 30.000 bph," ujar Vice President Communication Pertamina, Mochammad Harun.
Optimisme tersebut tidak berlebihan. Pasalnya, kata Harun, Pertamina adalah satu-satunya perusahaan produsen minyak nasional yang memperoleh kenaikan produksi dalam lima tahun terakhir.
Merujuk kepada catatan dari Pertamina, pada tahun 2010 produksi minyak Pertamina mencapai 190.700 barel minyak perhari. Sedangkan produksi gas pertamina mencapai 1,458 juta kaki kubik perhari (mmscfd). Jumlah ini setara dengan produksi 443.500 barel minyak perhari.
Pada tahun 2011, target produksi naik menjadi 208.000 barel minyak per hari dan 1,52 miliar kaki kubik gas per hari atau ekuivalen 470.310 barel minyak per hari. "Untuk mencapai itu, kami akan mengebor 76 sumur eksplorasi dan 221 sumur pengembangan pada tahun ini," lanjut Harun.
Tak cuman menaikkan produksi, lanjut Harun Pertamina berhasil menaikkan produksi minyak terhadap blok yang diambil alih pengelolaannya. Misalnya, produksi blok Limau. Ketika masih dikelola oleh Talisman, produksi Limau hanya sebesar 5.300 bph. Namun, setelah diambil alih oleh Pertamina produksi blok Limau bisa mencapai 11.300 bph atau naik sekitar 6.000 bph.
Selain blok Limau, Pertamina juga berhasil menaikkan produksi blok Sanga-sanga yang sebelumnya dikelola oleh Medco. Produksi awal blok Sanga-sanga tadinya mencapai 4.300 bph. Kini, produksi Sanga-sanga naik menjadi 7.500 bph. Begitupun juga dengan blok Sukowati. Blok Sukowati yang tadinya dikelola oleh Petrochina hanya mampu memproduksi minyak 40.000 bph. Setelah diambil alih oleh Pertamina, produksi blok tersebut naik menjadi 48.000 bph.
Kontrak kerja sama Blok West Madura ditandatangani Pertamina dan Kodeco pada 7 Mei 1981. Pada 7 Mei 2011 atau setelah 30 tahun, sesuai aturannya, kontrak kerja sama tersebut akan berakhir. Pertamina sudah menyatakan keinginannya melanjutkan pengelolaan blok tersebut.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|