|
Pemerintah menawari kepada investor swasta untuk menggarap sejumlah proyek infrastruktur bernilai triliunan rupiah. Proyek yang ditawarkan antara lain pembangunan jalan tol, air minum, sanitasi, pelabuhan, dan jalur kereta.
Deputi Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Dedy Priatna mengatakan, total investasi yang dibutuhkan untuk semua proyek ini sebesar Rp 1.923 triliun. Jumlah ini sekitar 5 persen dari produk domestik bruto. Dari total investasi tersebut, pemerintah hanya menyediakan anggaran sekitar Rp 565 triliun. "Itu alokasi baseline yang tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional," ujarnya.
Proyek yang terbuka untuk investor swasta, kata Dedy, antara lain proyek jalan tol, penyediaan tenaga listrik, perumahan, pelabuhan laut dan darat, saluran air dan penyediaan energi gas. "Pemerintah ambil maksimal 10 persen, sisanya swasta."
Untuk jalan tol, pemerintah menawarkan proyek tersebar di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa timur, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Sulawesi Utara. "Nilai proyek diperkirakan mencapai US$ 15 miliar atau setara Rp 143 triliun," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.
Proyek lain yang juga menjadi fokus pemerintah adalah penyediaan air bersih di Umbulan, Jawa Timur. Saat ini sudah ada puluhan perusahaan yang menyatakan berminat melakukan kerja sama. "Sudah ada pernyataan dari 28- 29 perusahaan."
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi mengatakan, semua proyek kemitraan masih jalan di tempat. Sebab, langkah pemerintah masih sebatas penjajakan melalui pertemuan dengan investor. Sedangkan pengusaha berharap ada tindakan yang lebih konkret. "Jika hanya obrolan secara lisan, proyek tersebut tak akan terwujud. Ini sudah lima tahun kami bicarakan, tapi mana hasilnya?" ujarnya.
Proyek percepatan kemitraan pemerintah-swasta 1. Pengolahan Air, Bali Selatan, US$ 59,1 juta. 2. Jalur Kereta Batu Bara Purukachu-Bangkuang, Kalimantan Tengah, US$ 2,1 miliar. 3. Air Bersih Maros, Sulawesi Selatan, US$ 12,9 juta. 4. Terminal Kapal Pesiar Tanah Ampo, Bali, US$ 36 juta. 5. Pengelolaan Limbah, Bandung, US$ 86 juta. 6. Pengelolaan Limbah, Surakarta, US$ 7,4 juta. 7. Proyek Bandara, Banter Selatan, US$ 85 juta. 8. Air Bersih Umbulun, Pasuruan, US$ 204,2 juta. 9. Air Bersih Jatiluhur, US$ 189,3 juta. 10. Jalan Tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi, Sumatera Utara, US$ 475,5 juta. 11. PLTU Pemalang, Jawa Tengah, US$ 3 miliar. 12. Jalur Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta-Manggarai, US$ 735 juta. 13. Jembatan Selat Sunda, Banten-Lampung, US$ 25 miliar. 14. Air Bersih Pondok Gede, Bekasi, US$ 22,4 juta. 15. Jalan Tol Soreang-Pasir Koja, Jawa Barat, US$ 102,2 juta. 16. Jalan Tol Pandaan-Malang, Jawa Timur, US$ 252,8 juta.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|