|
PT Perusahaan Listrik Negara pada tahun ini akan membangun 124 unit pembangkit listrik tenaga surya di wilayah timur Indonesia dengan investasi diperkirakan mencapai Rp 9 miliar untuk tiap-tiap pulau.
Direktur Operasi Indonesia Timur PLN Vickner Sinaga mengatakan pembangkit listri tenaga surya (PLTS) itu akan dibangun melalui sistem mandiri dan komunal yang tersebar pada 15 kabupaten di Papua dan Papua Barat serta 109 unit di sekitar 100 pulau terluar di kawasan timur Indonesia (KTI).
Menurut dia, melalui sistem PLTS mandiri, listriknya hanya diperuntukkan bagi pelanggan yang jauh dari jaringan, sedangkan sistem komunal dapat melistriki masyarakat dalam satu pulau karena menggunakan instalasi, panel surya, dan jaringan tersendiri.
"Kalau (PLTS) yang mandiri ini, minimal pelanggan itu sudah mendapatkan penerangan, tetapi kalau komunal kan ada jaringan dan instalasinya. Untuk sistem mandiri ini butuh biaya sekitar Rp 3,5 juta per sambungan, sedangkan untuk komunal sekitar Rp 9 miliar per pembangkit," ujarnya.
Vickner menjelaskan secara keseluruhan rencana pembangunan pembangkit tenaga surya itu bisa menambah pelanggan baru sekitar 370.000 sambungan dari target total yang mencapai sekitar 1,1 juta pelanggan di wilayah Indonesia bagian timur hingga akhir tahun ini.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|