|
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) kembali menyiapkan agenda korporasi besar. Induk usaha Grup Bakrie ini akan menghidupkan lagi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati A yang sempat mengkrak lebih dari satu dekade.
Proyek PLTU Tanjung Jati A berkapasitas 2x600 megawatt (MW) ini bergulir sejak 1996. Kala itu, anak usaha BNBR, PT Bakrie Power, memenangi tender bersama konsorsium PT Tanjung Jati Power Company.
Selain Bakrie Power, konsorsium itu juga beranggotakan PT Maharani Paramitra, Tomen Power Corporation, serta International Power. Dua nama terakhir berasal dari Jepang. Belakangan, Bakrie ditinggal anggota konsorsium lain.
Untuk menggarap kembali proyek itu, Bakrie pun mencari mitra baru. "Jika masih bersama mitra dari Jepang sulit terlaksana karena mereka minta menggunakan komponen dari Jepang," ujar Presiden Direktur BNBR, Bobby Gafur Umar.
Upaya mencari mitra baru membuahkan hasil. Konglomerasi asal Korea Selatan, Samsung C&T Corporation, bersedia bergabung.
Bakrie Power punya beberapa pertimbangan memilik Samsung. Selain memiliki pengalaman membangun dan mengelola pembangkit listrik, Samsung C&T sanggup menyiapkan financing. Samsung bersedia menjadi pemegang saham. Yang pasti, "BNBR akan menjadi mayoritas," kata Bobby. Nilai investasi proyek PLTU Tanjung Jati A cukup besar, yakni US$ 2 miliar.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|