|
(Kalimantan Tengah) Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengatakan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang memanfaatkan potensi gas di Blok Bankanai, wilayah Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, tertunda hingga 2013.
"Memang pemanfaatan gas itu direncanakan pada akhir tahun 2011, namun kami tiba-tiba mendapat pemberitahuan pemilik gas (Elnusa Bangkanai) kegiatan tertunda hingga 2013," kata Dahlan Iskan.
Menurut Dahlan, rencana semula pihak pemilik gas akhir tahun ini memanfaatkan gas menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) tersebut, sehingga PLN cepat melakukan tender.
Bahkan, kata dia, pihaknya sudah membuka pendaftaran tender, namun karena alasan teknis kegiatan terpaksa ditunda. "Jadi mundurnya kegiatan ini bukan dari PLN melainkan dari pihak pemilik gas," ujarnya.
"Kita tidak tahu penyebabnya, karena bukan milik kami. Namun sesuai keterangan dari pemiliknya, kegiatan tertunda akibat saat ini gas belum bisa keluar," katanya.
Dahlan menjelaskan, padahal potensi listrik melalui PLTG ini sudah didesain pihaknya sebagai kekuatan listrik tambahan untuk beban puncak wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Rencananya, PLTG itu memanfaatkan sumur eksplorasi Sungai Lahei-1 Kecamatan Lahei di Blok Karendan wilayah Kabupaten Barito Utara oleh investor nasional yang tergabung dalam Badan Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi (BP-Migas) Elnusa Bangkanai Energy Ltd (EBE).
Pada kesempatan itu, Dahlan Iskan juga mengatakan saat ini pihaknya akan menambah daya listrik di Kalimantan Tengah melalui pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Buntok, Kabupaten Barito Selatan berkapasitas 2 x 7 megawatt (MW) dan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur 2 x 50 MW.
"Untuk PLTU Buntok sudah dilakukan tender dan Sampit bulan depan dilakukan pelelangan," katanya.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|