|
Pada 2020 diperkirakan ada potensi 1,7 miliar perangkat yang akan tersambung di Indonesia. Sigit Permana, Business Development Director Ericsson Indonesia, mengatakan pada 2020 di Indonesia tidak hanya terjadi ledakan populasi, tetapi juga perangkat dan gadget.
"Telekomunikasi akan menyambungkan bukan saja orang ke orang, melainkan juga mesin dengan mesin," ujarnya.
Di tingkat global, paparnya, akan ada 50 miliar perangkat yang saling terhubung dari populasi di dunia sebanyak 8 miliar orang sesuai dengan proyeksi PBB.
Dengan tingkat koneksi yang sama yaitu 6,25 kali lipatnya, maka dari total populasi 270 juta orang penduduk di Indonesia akan ada 1,7 miliar perangkat yang akan terkoneksi pada 2020.
Sigit menjelaskan pemanfaatan Internet dalam tiga gelombang yaitu first wave network consumer electronics, network industry, dan terakhir network society.
Jaringan elektronik konsumer adalah produk-produk konsumen seperti ponsel, laptop, dan tablet mulai disisipi dengan simcard agar terhubung dengan Internet.
Adapun, tahapan kedua yaitu network industry, di mana semua perangkat di semua lini industri akan terhubung dengan Internet agar semakin mempermudah komunikasi antarindustri.
Sementara itu, pada tahapan ketiga yaitu network society di mana semua lini di kehidupan akan terhubung dengan Internet mulai dari hal yang terkecil hingga yang terbesar.
Menurut Sigit, untuk menuju terkoneksinya 50 miliar perangkat ke dunia maya itu membutuhkan tiga landasan yakni mobility, broadband dan cloud.
Artinya, dengan mobilitas, pengguna dapat mengakses di mana saja, melalui broadband (pita lebar) semua orang bisa mengakses Internet secara cepat, dan cloud memungkinkan semua perangkat terkoneksi.
Untuk broadband, terdapat beberapa teknologi akses di antaranya voice over LTE, sedangkan untuk cloud akan mulai banyak aplikasi berbasis cloud mobile.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|