|
(Sulawesi Selatan) Pengusaha Zainal Tayeb menolak melanjutkan proyek Gowa Discovery Park jika pemerintah hanya memberi lahan seluas 1 hektare. Sebab, area yang dia butuhkan untuk membangun wahana wisata di kawasan Benteng Somba Opu itu adalah lahan yang benar-benar luas. "Mau diapakan kalau hanya 1 hektare. Itu tidak cukup bangun water boom dan tidak akan indah kelihatan," kata Zainal.
Direktur PT Mirah Megah Wisata itu mengatakan tidak main-main dalam membuat kawasan wisata di sekitar situs Somba Opu tersebut. Untuk memulai proyek itu saja Zainal sudah mengeluarkan uang Rp 6 miliar. Pengerjaan proyek tersebut terpaksa dihentikan karena ditentang oleh kalangan arkeolog. "Saya juga sudah capek hadapi semua ini," katanya.
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan proyek Gowa Discovery Park tetap dilanjutkan tapi harus mengikuti zonasi Benteng Somba Opu yang direkomendasikan Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. "Harus berubah supaya tidak melanggar aturan," kata Syahrul. Namun dia tidak memerinci perubahan-perubahan apa saja yang bisa dilakukan pengembang.
Zainal mengatakan sudah mendengar tentang hasil pemetaan Benteng Somba Opu itu. Namun sejauh ini dia belum mengambil keputusan tentang perubahan tersebut. Zainal juga belum melihat area baru yang digunakan untuk wahana water boom itu. "Kalau saya anggap cocok untuk membangun water boom, saya lanjut. Jika tidak, saya akan tinggalkan," katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan Syuaib Mallombassi optimistis PT Mirah tetap melanjutkan rencana membangun Gowa Discovery Park. Saat ini pemerintah masih mencari lahan baru untuk water boom karena area yang lama berada di zona terlarang. "Kami tadi (kemarin) sudah melakukan pengukuran dan baru menghitung berapa jarak pergeserannya," ujar Syuaib.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|