|
PT Timah (Persero) Tbk menargetkan investasi sebesar Rp 1,2 triliun pada tahun ini. Direktur PT Timah Wachid Usman menyatakan sebagian besar investasi itu, atau sebesar Rp 359 miliar, ditujukan untuk mengganti alat produksi.
Selain itu, investasi akan difokuskan untuk membuat kapal keruk berjenis bucket wheel dredge untuk menggarap tambang di lepas pantai. Pembuatan tahap pertama sebanyak satu unit ini diperkirakan akan menelan biaya senilai Rp 350 miliar. Tahun lalu modifikasi kapal itu menggunakan dana investasi Rp 40 miliar.
Rencana investasi yang memakan biaya cukup besar lainnya adalah pembangunan pabrik tin chemical tahap kedua sebesar Rp 180 miliar, penambahan alat bagi galangan kapal sebesar Rp 154 miliar, dan pembangunan fuming furnace plant senilai Rp 115 miliar. Sisanya untuk pembukaan tambang besar dengan rencana investasi sekitar Rp 40 miliar.
PT Timah juga memiliki program mengembangkan usahanya, antara lain dengan pembangunan bucket wheel dredge sebanyak lima unit. Ini untuk menggantikan kapal keruk tua dan meningkatkan kapasitas produksi tambang di lepas pantai.
Selain itu, PT Timah akan memperbesar pabrik produk spesifik untuk peningkatan nilai tambah dan servis kepada pelanggan industri tin plate atau pelat timah. Perusahaan pun bakal memperluas pabrik tin solder dan tin chemical untuk peningkatan nilai tambah serta pangsa pasar industri timah di sektor elektronik, plastik, dan kimia.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|