|
PT Perkebunan Nusantara XI terus meningkatkan kapasitas produksi pabrik gulanya tahun ini. Untuk itu PTPN XI akan menganggarkan dana sekitar Rp 300 miliar - Rp 400 miliar.
Sekretaris Perusahaan PTPN XI Adig Suwandi mengungkapkan, tahun ini PTPN XI akan meningkatkan kapasitas dari beberapa pabrik, diantaranya Pabrik Gula (PG) Asembagus, PG Perajegan, PG Sudono, PG Pagotan dan PG Purwodadi. "Kapasitas pabrik ini akan ditingkatkan dari sekitar 2.500 ton - 3.000 ton menjadi 3.000 - 3.500 ton per tahun," ujar Adig.
Peningkatan kapasitas produksi pabrik gula milik PTPN XI ini sebenarnya sudah berjalan dari beberapa waktu lalu. Adig bilang, selain lima PG yang akan ditingkatkan kapasitasnya itu, saat ini PTPN XI juga tengah meningkatkan kapasitas PG Jatiroto dan PG Semboro.
"Peningkatan kapasitas PG Jatiroto sudah berjalan dari 5.500 ton menjadi 7.500 ton per tahun. Sedangkan PG Semboro dinaikkan kapasitasnya dari 4.500 ton menjadi 7.000 ton per tahun," katanya.
Nantinya, pemerintah provinsi akan membantu pabrik gula menyediakan lahan perkebunan tebu. Kebijakan ini juga akan diikuti para bupati dan walikota di Jawa Timur. Menurut Adig, persoalan utama pabrik gula di Jawa Timur adalah kekurangan bahan baku.
Staf Ahli Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Colosewoko membenarkan mengenai kekurangan bahan baku ini. Menurutnya, kekurangan bahan baku yang dialami PTPN XI ini disebabkan karena kurangnya daya dukung lahan perkebunan tebu. "Ada PG yang lahannya memang terbatas," ujarnya. Kekurangan bahan baku ini juga bisa disebabkan karena lokasinya berdekatan dengan PG lain, sehingga kue bahan baku harus diperebutkan bersama.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|