|
(DI. Yogyakarta) Sultan Hamengku Buwono X berharap proses pembuatan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) proyek penambangan pasir besi di pesisir pantai Kulon Progo selesai tahun ini.
Dengan demikian penambangan pasir besi bisa dimulai. "Saya harap awal tahun ini selesai," kata Sultan. Jika amdal selesai, pabrik pembuatan baja diharapkan bisa dibangun 2-3 tahun lagi.
PT Jogja Mangasa Iron, konsorsium perusahaan yang di dirikan Keraton Yogyakarta dan Pura Paku Alaman, yang akan menambang pasir besi itu. Sultan mengatakan investor Korea Selatan tertarik untuk masuk konsorsium itu. Hanya, dibutuhkan teknologi yang bisa mengubah konsentrat menjadi biji besi lalu menjadi pig iron.
Jika Korea punya teknologi itu dan setuju pabrik baja didirikan di Yogyakarta, pemerintah provinsi tidak akan keberatan investor Korea Selatan masuk konsorsium penambangan pasir besi. "Saya butuh di sini harus ada industri. "Mereka (Korea) harus berkonsultasi dengan perusahaan mereka di sana."
Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Yogyakarta Suparlan mengatakan selama amdal belum selesai, penambangan pasir besi belum bisa terealisasi. Apa lagi tim Walhi telah melaporkan Bupati Kulon Progo ke polisi karena mengeluarkan izin penambangan yang menyalahi tata ruang wilayah.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|