LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
NEWS SEKTOR LAIN:
Mining
  Central Omega bangun smelter & PLTU tahun ini
Infokom
  6 Perusahaan menangi tender internet kecamatan
Oil & gas
  Peluang investasi kilang LNG
Marine transportation
  Kodja Bahari serahkan kapal feri pesanan Kemenhub
Air transportation
  Adhi Karya garap apron terminal 3 Soetta Rp 156,3 Miliar
 
 

 


 
 




BREAKING NEWS
Mon, 17/01/2011
PLTSa Bantar Gebang tunggu izin dari menteri
Electricity

Proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Bantar Gebang 26 megawatt hingga kini belum bisa efektif beroperasi lantaran terkendala persetujuan Menteri ESDM terkait dengan harga jual listriknya ke PT PLN.     

Presiden Direktur PT Organic Energy Indonesia Agus N.  Santoso mengungkapkan hingga kini pihaknya belum bisa mengoperasikan PLTSa Bantar Gebang karena izin persetujuan harga jual listrik pembangkit tersebut belum dikeluarkan oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh.   Padahal semua perizinan teknis sudah didapatkan Navigat.    

"Pembangkitnya sudah siap beroperasi,  tetapi jika ini tidak segera jalan akan sangat berbahaya karena gas metannya sudah banyak.   Bisa meledak.   Kami berharap persetujuan harga bisa segera dikeluarkan Pak Menteri (ESDM) agar operasi pembangkit Bantar Gebang berjalan," ujar Agus.    

Adapun,  harga jual listrik dari PLTSa Bantar Gebang yang sudah disetujui Navigat dengan PLN adalah Rp 820 per kwh.   Permohonan persetujuan harga tersebut,  kata Agus,  sudah diajukan sejak Oktober 2010,  tetapi hingga kini izin persetujuan tersebut belum juga keluar.   

Kapasitas PLTSa Bantar Gebang yang sudah terpasang saat ini adalah 4 MW dari total keseluruhan yang direncanakan 26 MW pada 2012.  

Tahun ini Navigat menargetkan kapasitas PLTSa Bantar Gebang sebesar 14 MW.   Pembangunan PLTSa Bantar Gebang sudah dimulai sejak pertengahan 2009.   Pihak Navigat menggandeng PT Godang Tua Jaya untuk pengelolaan PLTSa tersebut.   

PLTSa Bantar Gebang diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$ 75 juta.   Dengan belum keluarnya izin persetujuan harga jual listrik dari Menteri ESDM,  Agus mengeluh investasi pihaknya sejak Oktober tahun lalu hingga kini menjadi terganggu.  

Selama ini,  Navigat telah membangun dua PLTSa Suwung Denpasar,  Bali yang menjadi proyek pertama Navigat.  

Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.  
 
NEWS SEKTOR ELECTRICITY LAINNYA :


INFO TENDER RELATED :
Jumlah Total Tender (16-04-2014) : 522
JUDUL TENDER (16-04-2014) :
Dapatkan ribuan informasi detail tender lainnya ...
 

 
All Rights Reserved Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com