|
(Sumatra Selatan) Volume ekspor batu bara Sumatra Selatan periode Januari-Oktober 2010 mencapai 4,21 juta ton atau meningkat lebih dari 1 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama Januari-Oktober 2009 sebesar 3,182 juta ton.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Eppy Mirza mengatakan selain volume, nilai ekspor batu bara tersebut juga mengalami peningkatan dari US$ 221,83 juta menjadi US$ 251,09 juta.
Secara keseluruhan, batu bara merupakan komoditas penyumbang devisa peringkat ketiga dari 45 jenis komoditas ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-Oktober 2010. Jumlah ekspor nonmigas Sumsel mencapai US$ 2,82 miliar, sedangkan batu bara penyumbang devisa senilai US$ 251,09 juta.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin sebelumnya mengatakan potensi batu bara di provinsi tersebut cukup besar terutama untuk menyumbang devisa ekspor nonmigas.
Potensi batu bara Sumsel hingga saat ini memiliki cadangan 22,24 miliar ton yang tersebar di perut bumi wilayah Tanjung Enim, Kabupaten Muaraenim, dan sebagian lagi berada di daerah Kabupaten Lahat.
Akan tetapi, menurut Alex, dari total cadangan batu bara yang dimiliki itu, hingga saat ini baru mampu memproduksi antara 10 juta ton hingga 11 juta ton per tahun.
Dari total produksi tersebut, sebagian diekspor dan sebagian lagi memenuhi kebutuhan dalam negeri terutama dipasok untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Suralaya dan sejumlah industri lain.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|