|
Pemprov Papua Barat menyatakan bahwa tahun ini akan segera direalisasikan pembangunan pabrik semen di Kabupaten Manokwari oleh investor asal China dengan kapasitas produksi hingga 2,5 miliar metrik ton. Gubernur Papua Barat Abraham O. Aturury mengatakan pihaknya telah melakukan kesepakatan dengan investor China.
"Jadi khusus untuk Provinsi Papua Barat, kita diperintahkan oleh presiden membangun pabrik semen di Manokwari. Sudah ada investor China yang serius," tegasnya.
Dia menegaskan bahwa pembangunan pabrik semen tersebut harus direalisasikan untuk menekan harga semen di wilayah itu yang sangat tinggi. Menurut Gubernur, investor dari China tersebut diperkenalkan oleh Wakil Menteri Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo. Namun, Abraham tidak mau menyebutkan nama investor china tersebut.
Menurut dia, kebutuhan semen di Papua sangat tinggi, karena harga semen di Wamena bisa mencapai Rp 1 juta per sak ukuran 50 kg, dari harga normal sekitar Rp 70.000 per sak.
"Kapasitas 2,5 miliar metrik ton. Itu investasinya bukan besar lagi, akan tetapi besar sekali. Dalam dua tahun akan diselesaikan," tegasnya.
Abraham mengatakan masih minimya infrastruktur di Papua didorong oleh mahalnya harga semen sebagai bahan dasar dalam konstruksi. Keberadaan pabrik semen ini diperlukan untuk menyokong pembangunan infrastruktur di wilayah sana.
"Saya yakinkan bahwa Papua memiliki bahan pembuat semen. Jika ada pabrik semen di Papua maka bisa mengejar ketertinggalan infrastruktur di Papua," tandas Abraham.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|