LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Manufaktur
  Sritex ekspansi pabrik Rp 2,4 Triliun
Properti
  HK Group garap 7 proyek properti Rp 1 Triliun
Electricity
  2013, Menara listrik Jawa-Bali rampung
Mining
  Lelang IUP berlaku 2014
Infrastructure
  Trans Sumatra sedot Rp 99,88 Triliun
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Wed, 12/01/2011
Kontrak gas domestik 2011 mencapai 57 persen
Oil & gas

Kontrak pasokan gas bumi untuk domestik pada tahun 2011 mencapai 56,78 persen dari total kontrak atau sekitar 4.366 miliar british thermal unit per hari (BBTUD).   Sisanya,  sebesar 3.322 BBTUD atau 43,22 persen diperuntukkan untuk ekspor.   

"Jumlah ini naik cukup signifikan ketimbang tahun 2010," kata Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan,  Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP MIGAS),  Elan Biantoro.    

Tahun lalu,  kata dia,  realisasi pasokan gas untuk domestik sebanyak 4.342,71 BBTUD atau sekitar 50,18 persen.   Sementara gas untuk ekspor sebanyak 4.311,58 BBTUD atau 49,82 persen.   

Untuk listrik,  realisasi 2010 sebesar 854,88 BBTUD.   Tahun 2011,  pasokan meningkat menjadi 1.510,6 BBTUD.   Meningkatnya pasokan,  diharapkan berasal dari Lapangan Wortel (Santos),  Lapangan Sungai Kenawang (JOB Pertamina Talisman Jambi Merang),  Lapangan Kampung Baru (Energy Equity Sengkang),  PetroChina Jabung,  dan ramping up Lapangan Singa (Medco EP).     

Sedangkan,  realisasi 2010 kepada industri melalui penjualan gas kepada perusahaan gas negara (PGN) maupun langsung ke industri sebesar 1203,18 BBTUD.   Kontrak tahun 2011,  meningkat sebesar 1.690,43 BBTUD.   Peningkatan pasokan untuk industri diharapkan berasal dari Kalila Bentu dan JOB Pertamina PetroChina East Java.    

"BP MIGAS mendorong pemenuhan kebutuhan gas sesuai komitmen kontrak yang telah disepakati," kata Elan.     

Kebutuhan domestik,  khususnya pasokan gas untuk pabrik pupuk,  listrik,  serta industri,  tetap mendapat prioritas.   Namun,  dia mengingatkan,  salah satu kendala pemenuhan pasokan gas disebabkan konsumen domestik masih kesulitan untuk menerima harga gas di atas US$ 5 per mile-mile british thermal unit (MMBTU).   Padahal,  beberapa pengembangan lapangan memerlukan harga gas yang lebih tinggi untuk menutup keekonomiannya,  khususnya untuk area offshore dan deep water yang membutuhkan investasi besar.   

Selain itu,  keterbatasan infrastruktur masih menjadi salah satu kendala.  Oleh karena itu,  BP MIGAS mengharapkan,  pembangunan unit penampungan regasifikasi terapung atau floating storage regasification unit (FSRU) yang akan dibangun di Teluk Jakarta,  selesai tepat waktu pada kuartal keempat 2011.
   

"Beroperasinya terminal penerima gas alam cair (LNG) tersebut akan memudahkan distribusi gas dari area yang defisit ke daerah surplus gas," kata Elan.   

Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.   
 


SEKTOR OIL & GAS LAINNYA :