|
Dari 24 ruas jalan tol yang sempat mangkrak, tujuh proyek di antaranya diambil alih oleh PT Jasa Marga Tbk. "Total, ada sekitar tujuh ruas yang kami kerjakan," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Frans Setiyaki Sunito.
Dari ketujuh proyek ruas tol tersebut, dua ruas merupakan bagian dari ruas jalan tol Trans Jawa, yang menjadi prioritas pemerintah untuk segera selesai pembangunannya. Dua ruas tersebut adalah Semarang-Solo di Jawa Tengah serta Surabaya-Mojokerto di Jawa Timur.
Untuk kedua tol tersebut, kata Frans, bagian pertamanya akan dioperasikan tahun ini. Ruas tol itu adalah Semarang-Ungaran dengan panjang 11 kilometer. Jalan tol tersebut merupakan bagian pertama dari ruas jalan tol Semarang-Solo, yang rencananya dibangun sepanjang 76 kilometer.
Adapun ruas jalan tol kedua adalah Waru-Sepanjang, yang menjadi seksi pertama dari tol Surabaya-Mojokerto, sepanjang 2,5 kilometer. Frans mengatakan, untuk kelanjutan proyek dua tol itu serta ruas tol lain, akan dilakukan setelah pembebasan lahan rampung.
Jasa Marga bakal segera menggelar konstruksi bila pembebasan lahan sudah selesai. Frans mencontohkan, untuk seksi kedua dari tol Semarang-Solo, yaitu Ungaran-Bawen, pembebasan lahan mencapai 50 persen. "Kami mengikuti harga tanah. Mengenai dana, kami siap. Perbankan pun siap mendukung," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum memutuskan 24 ruas tol yang sempat mangkrak lulus evaluasi. Evaluasi yang dilakukan sejak Juli tahun lalu berakhir pada 22 Desember 2010. Ruas jalan tol dievaluasi berdasarkan kelayakan dan kemampuan keuangan badan usaha tersebut.
Meski lulus evaluasi, Kementerian Pekerjaan Umum memberi sejumlah catatan agar pembangunan ke-24 proyek ruas tol bisa diteruskan. Selusin di antaranya, antar lain, harus mendapat dukungan dari pemegang saham mayoritas. Sedangkan tujuh proyek mesti merestrukturisasi para pemegang saham perusahaan.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|