|
(Jawa Timur) PT Perkebunan Nusantara XI menunda rencana impor 90.000 ton gula kristal putih. Hal itu karena masih tingginya harga gula dunia dan stok dalam negeri yang cukup berlimpah.
Sekretaris Perusahaan PTPN XI Adig Suwandi mengungkapkan, harga gula global mencapai 760 dolar AS per ton "FOB" (harga di negara asal) untuk pengapalan Maret 2011 atau masih di atas Rp 10.000 per kg sampai di Indonesia.
"Sampai saat ini kami 'wait and see', karena harga gula masih sulit diprediksi. Kondisi serupa juga dialami importir gula yang telah ditunjuk pemerintah beberapa waktu lalu," ucapnya.
Beberapa waktu lalu, pemerintah telah memutuskan untuk mengimpor sebanyak 450.000 ton gula, guna memenuhi kekurangan stok akibat produksi dalam negeri yang menurun.
Adig Suwandi menjelaskan harga gula dunia masih sangat tergantung pada kebijakan industri pergulaan India yang merupakan salah satu negara produsen gula, apakah akan melakukan ekspor atau tidak.
Tingginya harga gula di pasar dalam negeri yang kini mencapai Rp 10.000 per kg, karena pedagang membeli dari tender dengan harga yang juga cukup tinggi, yakni sekitar Rp 9.300 per kg. Selain masalah harga global, lanjut Adig, belum terealisasinya impor disebabkan stok gula dalam negeri yang masih berlimpah.
Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Gula Indonesia (Ikagi) itu mengatakan, hingga akhir 2010, stok gula masih sekitar 820.000 ton. Angka ini lebih tinggi dibanding akhir 2009 yang hanya 439.000 ton.
"Kalau angka itu benar-benar valid, saya kira rencana impor perlu dikaji ulang. Kalau pun harus impor, sifatnya hanya sebagai stok penyangga sampai giling semua pabrik gula berjalan," tuturnya.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|