|
Perusahaan asal China segera merealisasikan investasinya di sektor garmen senilai US$ 100 juta tahun depan di Karawang, Jawa Barat.
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat mengatakan saat ini satu investor asal China telah memulai pekerjaan fisik berupa pembebasan lahan dan penyediaan infrastruktur dasar, seperti jalan akses menuju rencana komplek pabrik di Karawang.
Menurut dia, perusahaan tersebut siap menggelontorkan dana hingga US$ 100 juta untuk membangun pabrik garmen di wilayah tersebut.
"Sekarang mereka sudah bebaskan lahan dan membangun jalan akses. Mereka siap dengan investasi sekitar US$ 50 juta—US$ 100 juta," katanya.
Ade mengatakan investasi tersebut merupakan satu-satunya investor asing yang sudah pasti akan merealisasikan investasi garmen di Indonesia. Namun, tuturnya, sebenarnya terdapat beberapa investor yang memiliki ketertarikan yang sama dengan daerah tujuan investasi yang beragam.
Selain Karawang, tuturnya, beberapa daerah tujuan investasi di sektor garmen seperti Subang dan Sukabumi di Jawa Barat, Sragen, Demak, Sukoharjo, dan Solo di Jawa Tengah merupakan daerah yang cukup diminati. "Investor cukup antusias ke Indonesia karena mereka melihat Indonesia sangat potensial."
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|