|
Pertamina akan mengoptimalkan kembali sumur-sumur tua yang berada di wilayah Indonesia. Dengan begitu, Pertamina berharap mendapat tambahan produksi minyak sebesar 1.180 barel per hari pada produksi tahun pertama.
"Angka itu dari delapan sumur infill drilling (sudah ada pipa) dan 76 sumur reaktivasi," tutur Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.
Berdasarkan data Pertamina, saat ini terdapat 5.244 sumur tua (suspended) yang tersebar di wilayah Jawa (797 sumur), Kalimantan dan timur Indonesia (2.132 sumur), serta wilayah Sumatera (2.094 sumur).
Karen berujar, target tersebut merupakan target yang paling realistis. "Target paling baik kami tahun pertama 2.360 barel per hari. Tapi kami optimistis di target 1.180 barel per hari," ucapnya.
Dia menjelaskan, reaktivasi sumur tua tahun pertama akan difokuskan pada area prioritas satu yang memiliki total 1.300 sumur, yaitu Sangasanga dan Tarakan (800 sumur), PBM (200 sumur), PDP (100 sumur), UBEP Limau (100 sumur), dan Adera (100 sumur).
Pertamina, kata dia, akan terus meningkatkan produksi minyak dari sumur-sumur tua secara bertahap hingga mencapai 8.380 barel per hari pada tahun kelima. Perinciannya 3.654 barel per hari pada tahun kedua, 6.527 barel per hari pada tahun ketiga, dan 7.976 barel per hari pada tahun keempat. Karen mengakui optimalisasi sumur tua tersebut tak cukup mampu mendongkrak produksi minyak nasional, sehingga masih dibutuhkan upaya mergerdan akuisisi untuk mendongkrak produksi.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|