|
PT PLN (Persero) menyediakan listrik berdaya 1.600 megawatt untuk sektor industri dan bisnis. Permintaan listrik tersebut melebihi perkiraan sebelumnya yang hanya 1.000 megawatt. "Kami minta maaf jika selama ini ada permintaan listrik yang belum dipenuhi. Kami penuhi sekarang," kata Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan.
Untuk mendukung penyediaan listrik tersebut, PLN menambah lima trafo yang dipasang di sekitar Jakarta, antara lain di Bekasi, Cibatu, Gandul, dan Cilegon. Kelima trafo itu masing-masing senilai sekitar Rp 37 miliar. Dengan ketersediaan listrik ini, Dahlan mengharapkan sektor usaha terus bergerak dan lapangan kerja bertambah.
Selanjutnya, menurut Dahlan, perusahaan setrum itu bakal menyiapkan pasokan listrik untuk industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Mei tahun depan.
Perhitungan sementara, permintaan listrik untuk industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebesar 1.000 megawatt. Total biaya yang dikeluarkan oleh PLN untuk menyalurkan listrik ini mencapai Rp 15 triliun.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia DKI Jakarta Edi Kuntadi, menyambut baik upaya PLN tersebut. Tapi ia berharap PLN juga memperhatikan kebutuhan ke depan. Sebab, industri dan bisnis di Jakarta, yang sebagian besar ditopang sektor jasa, akan tumbuh terus. "Pertumbuhan industri di Jakarta diharapkan 6 persen setahun," ujar dia. Secara umum, sebetulnya listrik untuk wilayah Jakarta sudah banyak yang terpenuhi.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|