|
(Bali) Indonesia dengan Jepang menargetkan implementasi proyek kerja sama pengembangan infrastruktur kawasan Jabodetabek di mulai pada 2013 senilai 2 triliun yen atau sekitar US$ 20 miliar.
Proyek itu bagian dari kesepahaman kerja sama proyek area prioritas metropolitan (Metropolitan Priority Area/MPA) yang nantinya juga melibatkan sejumlah kota, di antaranya Medan, Surabaya, dan Makassar.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan kedua negara segera membentuk tim pengarah dan tim teknis untuk mempersiapan implementasi proyek untuk Jabodetabek yang dimulai pada 2013.
Hal itu diungkapkannya seusai menandatangan nota kesepahaman MPA antara dirinya selaku Menko Perekonomian dan Menlu Jepang Sieji Maihara.
Hatta mengungkapkan sejumlah proyek yang digarap dalam kerangka kerja sama itu, yaitu Mass Rapid Transportation (MRT), pelabuhan laut dan udara baru, jalan tol, jaringan air bersih dan ketenagalistrikan di kawasan Jabodetabek.
Hal itu, tuturnya, tujuannya untuk meningkatkan aksesibilitas dan kapasitas kawasan itu sebagai zona ekonomi dan manufaktur utama di Indonesia.
"Proyek Jabodetabek ini ditargetkan untuk tahap pertama selesai 2020 dengan nilai mencapai 2 triliun yen atau sekitar US$ 20 miliar," katanya.
Dia menjelaskan pola pengembangan MPA itu ditempuh dengan mengkombinasikan pola pembiayaan kerja sama swasta (PPP), investasi asing langsung (FDI), dan ODA.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|