|
Kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Husain Obama, 9-10 November lalu membawa berkah. Pemerintah AS langsung mengucurkan dana hibah untuk pendidikan tinggi di Indonesia sebesar US$ 165,6 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun.
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan dana hibah tersebut dapat digunakan mulai tahun ini hingga 2014. "Pemberian hibah ini telah disepakati dalam First US-Indonesia Joint Commision Metting pada September silam," kata Nuh.
Nuh menjelaskan hibah dari AS ini bersumber dari US Agency for International Development (USAID) dan Bureau of Educational and Cultural Affairs (ECA). Dana dari USAID sebanyak US$ 88 juta dialokasikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia melalui University Partnership Program dan Higher Education Leadership, Management, and Policy Program.
Dana dari ECA berjumlah sekitar US$ 77,6 juta. Sebagian besar akan digunakan untuk menambah alokasi dana Fullbright Indonesia Research, Science, and Technology Program (FIRST).
Sekadar catatan, selain dari AS, hibah pendidikan juga diperoleh Indonesia dari Uni Eropa, Selandia Baru, Australia, dan China. Bantuan ini disalurkan hampir di semua jenjang pendidikan.
Menurut Nuh, Australia tahun depan memberikan bantuan sebanyak AUD 500 juta atau Rp 4 triliun untuk pembangunan dan perluasan 2.000 SMP/Mts, peningkatan manajemen staf di tingkat kabupaten dan sekolah serta akreditas madrasah.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|