|
Penerapan pembebasan bea keluar ekspor kakao sejak April 2010 bak magnet bagi pemodal asing. Beberapa investor asing berniat membangun pabrik pengolahan biji coklat di Tanah Air.
Yang terbaru, ada tiga investor asing yang siap membangun pabrik pengolahan kakao di Sulawesi Barat. Ketiganya adalah International Container Group asal Filipina, China Gezhuoba Group dari China, serta Barry Callebaut dari Belgia-Prancis. Sebelum mereka, ada tujuh pemodal asing yang berminat di bidang sama, di antaranya, Armajaro Cocoa (Inggris), Cargill (Amerika Serikat), dan Olam International (Singapura).
Menurut Anwar Adnan Saleh, Gubernur Sulawesi Barat, Barry Callebaut berencana merelokasi pabrik cokelat di Malaysia ke Sulawesi Barat tahun 2011. Kapasitas produksinya 50.000 ton per bulan senilai Rp 500 miliar. International Container yang notabene perusahaan perusahaan pengelola pelabuhan akan membangun pabrik pengolahan kakao berkapasitas 20.000 ton per bulan di provinsi ini, dengan nilai investasi US$ 20 juta.
China Gezhouba, perusahaan yang bergerak di bidang energi, batubara, dan pertanian akan membangun pabrik pengolahan kakao berkapasitas 20.000 ton per bulan pada 2012. Nilai investasinya Rp 300 miliar. Salah satu BUMn China ini sudah membangun infrastruktur pendukung, semisal pembangkit listrik tenaga air, jalan, dan terminal kontainer. Ketiga proyek ini akan selesai maksimal tahun 2012.
Menurut Harry Warganegara, Ketua Kadin Sulawesi Barat, proyek infrastruktur China Gezhouba di Sulawesi Barat mencapai Rp 9,5 triliun. Itu belum termasuk investasi pembangunan pabrik kakao.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|