|
Pemerintah DKI Jakarta menganggarkan Rp 3,89 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2011 untuk menangani banjir dan kemacetan. Alokasi anggaran sebesar Rp 1,36 triliun untuk pengendalian banjir dan Rp 2,53 triliun untuk pembangunan transportasi.
Gubernur DKI Fauzi Bowo menegaskan, hal terpenting dalam penanganan banjir dan transportasi bukan pada jumlah anggarannya, melainkan kelancaran proses saat program tersebut dijalankan. "Jadi, kalau menurut kriteria pihak eksekutif, anggaran kedua program prioritas tersebut adalah alokasi dana optimal yang kita ajukan," ujarnya.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta menilai anggaran tersebut terlalu sedikit. Pasalnya, kedua masalah tersebut menjadi momok yang tidak pernah dapat diselesaikan oleh DKI selama ini.
"Kemacetan dan banjir sangat dikeluhkan oleh warga tahun ini. Dengan demikian, penambahan anggaran untuk menyelesaikannya mendesak untuk di naikkan," kata Ketua Badan Legislasi Daerah DPRD DKI yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD DKI, Triwisaksana.
Untuk banjir, Sani, begitu ia disapa, meminta pemerintah menangani sistem drainase secara menyeluruh, khususnya di perkotaan. Sebab, sistem drainase yang buruk khususnya di pusat-pusat kota telah menjadi sumber banjir di jalan-jalan utama dan menyebabkan kemacetan luar biasa dalam beberapa bulan terakhir. "Sehingga tidak hanya mengandalkan Kanal Banjir Timur."
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|