|
(Kalimantan Timur) Faktor geografis, membuat Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) kepayahan melakukan perbaikan infrastruktur jalan. Setelah dihitung-hitung, ternyata Kukar butuh Rp 65 triliun untuk melakukan perbaikan dan peningkatan jalan di 18 kecamatan.
Dengan demikian, masalah infrastruktur jalan ini bakal terus menghantui transportasi di kabupaten ini. "Berkali-kali saya selalu sampaikan, masalah utama Kukar adalah luas wilayah. Kami pernah melakukan perhitungan dengan Pak Didi (Kadis PU Didi Ramyadi), ternyata butuh 65 triliun bila ingin perbaiki seluruh jalan di 18 kecamatan," kata Bupati Kukar Rita Widyasari.
Sebagai perbandingan APBD Kukar mencapai Rp 4 triliun lebih, bila Rp 1 triliun dialokasikan tiap tahun untuk perbaikan jalan di 18 kecamatan, maka butuh 65 tahun agar masalah infrastruktur jalan bisa terselesaikan. "Karena itu, dilakukan secara bertahap. Terutama menembuskan daerah-daerah yang terisolasi," kata Ria.
Ria menyebut, data Dinas Pekerjaan Umum (PU), hampir 60 persen jalan di Kukar belum baik, atau mengalami kerusakan. Menurutnya, kondisi ini mempengaruhi roda ekonomi di Kukar.
"Harus segera dihitung dan diinventarisasikan jumlah ruas jalan yang rusak, baik itu jalan provinsi, kabupaten atau status jalan negara sehingga bisa diusulkan alokasinya melalui APBD, APBD-P dan APBN tahun 2010," kata Rita. Menurutnya, dalam APBD 2011, penggunaan anggaran difokuskan pada peningkatan kondisi jalan terutama di wilayah pedesaan.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|