|
Wakil Presiden Boediono menawarkan lima proyek unggulan dengan mekanisme kerja sama pemerintah dengan swasta kepada 250 pengusaha Cina. "Indonesia sedang memprioritaskan pembangunan proyek-proyek infrastruktur, memberikan insentif untuk proyek infrastruktur," katanya. Satu di antara lima proyek infrastruktur unggulan yang menjadi prioritas adalah PLTU 2 x 1.000 megawatt di Jawa Tengah senilai US$ 3 miliar. Tujuh investor menyatakan tertarik, dua di antaranya dari Cina.
Proyek lainnya adalah jalur kereta api Bandara Soekarno- Hatta-Manggarai senilai US$ 735 juta, proyek pengadaan air minum di Umbulan, Jawa Timur, dengan nilai investasi US$ 24 juta, proyek terminal kapal di Tanah Ampo, Bali, senilai US$ 36 juta, dan proyek jalan tol Medan-Kuala Namu senilai US$ 470 juta.
Pemerintah, kata Boediono, juga mengundang investor Cina ikut dalam proyek infrastruktur lainnya, yakni perluasan tol trans Jawa, jalur kereta api trans Jawa, pelabuhan, serta proyek PLTU 10 ribu megawatt tahap II.
Selain itu, pemerintah Indonesia telah bermitra dengan lembaga pembiayaan regional AFC, JBIC, dan ADB. "Kami yakin dengan ini bisa menarik investor. Pemerintah juga menggencarkan kerja sama pemerintah-swasta dengan revisi peraturan pengadaan lahan dalam waktu dekat."
Tak hanya infrastruktur, pemerintah juga mengajak pebisnis Cina membuka peluang investasi bidang pertambangan, kelistrikan, dan lainnya. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan akan mengupayakan adanya kerja sama dan investasi dalam sejumlah industri, yaitu besi baja, tekstil, pakaian jadi, dan alas kaki.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|