|
(Jawa Timur) BUMN perkapalan diyakini mampu meraih penjualan senilai triliunan rupiah, menyusul komitmen pemerintah untuk membangun armada kapal perang di dalam negeri.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan industri galangan memiliki peluang bisnis cukup besar, seiring dengan besarnya kebutuhan kapal niaga dan kapal perang, baik di dalam maupun luar negeri.
"Khusus kapal perang, pemerintah telah berkomitmen untuk membangun alutsista (alat utama sistem persenjataan) ini di dalam negeri guna memberdayakan BUMN industri strategis. Maka manfaatkanlah peluang emas ini," ujarnya.
Dia mengungkapkan hal itu saat menghadiri serah terima kapal curah lambung ganda atau double skin bulk carrier (DSBC) Erlyne berbobot 50.000 DWT Erlyne dari PAL kepada pemesan Azurite Invest Ltd, Singapura. Kapal seharga US$29,5 juta itu diproduksi hanya dalam 12 bulan.
Menurut Mustafa, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 150 triliun dalam APBN hingga 2014 untuk pengadaan alutsista melalui Kementerian Pertahanan, yang diutamakan pembuatannya di dalam negeri.
Langkah tersebut, tuturnya, untuk mengembangkan industri strategis, termasuk PAL yang mampu memproduksi berbagai jenis kapal perang. "Kami mendukung sepenuhnya pemberdayaan BUMN industri strategis agar mampu memproduksi alutsista berkualitas, termasuk dukungan atas kekurangan modal dan manajemen," ujarnya.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|