|
Segala upaya penanggulangan bencana banjir terus dilakukan. Bahkan kepergian Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo ke Rotterdam, Belanda beberapa waktu lalu membawa oleh-oleh yang cukup signifikan dalam program penanggulangan banjir. Yakni kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintahan Belanda untuk melakukan pengkajian pengamanan terhadap Pantai Utara Jakarta.
Pengamanan lingkungan dirasa darurat dan menjadi perhatian kedua negara terkait cuaca ekstrem yang melanda Jakarta. "Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Lingkungan Hidup kedua negara menandatangi kerjasama pengkajian mengenai North Java Coastal Defence Strategy. Yaitu pengantisipasian bencana di pesisir utara Pulau Jawa," ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Bahkan gubernur mengaku bahwa telah meminta secara khusus agar pengkajian tersebut dipercepat. Pria yang akrab disapa Foke itu berharap, kajian itu selesai dalam kurun waktu enam bulan terhitung sejak dari 1 Oktober lalu. Kemungkinan hasil kajian mengarah pada dibuatnya giant sea wall (tanggul raksasa yang membatasi bibir pantai) di sepanjang pantai utara Jakarta.
"Kemudian dilanjutkan dalam bentuk kajian lanjut, berupa eksplorasi kemungkinan adanya giant sea wall di Teluk Jakarta dengan dua skema. Yaitu dibangun sepanjang teluk tanpa ada sela ataupun pembangunan tanggul dengan di sela pelabuhan di luarnya," tandasnya.
Selain itu, Foke juga mengharapkan adanya kajian bersama antara pemerintah Indonesia dan Belanda mengenai pembautan terowongan yang menghubungkan Kali Ciliwung dan Banjir Kanal Timur (BKT). Terowongan ini nantinya dapat mencegah terjadi banjir di sejumlah wilayah rawan banjir di Jakarta, seperti Kampung Melayu, Bukit Duri, dan Bidara Cina.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan, pihaknya berupaya keras untuk mengatasi banjir dengan berbagai cara. Baik jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. "Perubahan iklim tak bisa dihindari. Cuaca ekstrim yang menyebabkan hujan deras dan perununan permukaan tanah perlu disikapi," kata dia.
Ia juga mengatakan, Pemprov DKI menargetkan pengurangan banjir di kawasan ibukota hingga 75 persen. Pada 2011, pengurangan banjir bisa dicapai 40 persen. Selanjutnya, lima tahun kemudian atau 2016, banjir sudah bisa dikurangi 75 persen.
Pengurangan banjir 40 persen pada 2011, sambung Ery, akan dicapai melalui program pengerukan 13 sungai dan 56 saluran, serta BKT dan BKB. Sedangkan target 75 persen untuk 2016, diharapkan akan tercapai melalui program pembangunan saluran terowongan penghubung BKB dan BKT, rehabilitasi waduk dan situ yang ada serta pembangunan Waduk Pluit.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|