|
Rencana PT Pertamina (Persero) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melakukan sinergi, termasuk menjajaki beberapa opsi seperti kerja sama operasi, merger, dan akuisisi, kini semakin intens.
Di sisi lain, rencana BUMN migas untuk menerbitkan obligasi dan pelepasan saham perdana PT Pertamina Hulu Energi (PHE) masih menunggu persetujuan kementerian BUMN karena menyangkut penyelesaian audit laporan keuangan serta revisi target laba 2010.
VP Komunikasi Korporat Pertamina Mochamad Harun mengakui kesepahaman untuk melakukan sinergi antara kedua perusahaan migas itu kini semakin intens dilakukan, terutama dalam 3 bulan terakhir ini.
"Kami sudah ada kesepahaman berkaitan dengan platform sinergi. Kami terus melakukan kajian. Beberapa model juga sudah dibicarakan, misalnya kerja sama operasi (KSO), merger, atau akuisisi," ujarnya.
Adanya aksi korporasi kedua perusahaan itu juga diakui oleh Direktur Proyek Medco Energi Internasional Lukman Mahfoedz.
Menurut dia, kedua persero terus melakukan pembicaraan untuk rencana itu. "Kami belum bisa memberikan informasi kongkret dari sinergi tersebut."
Menteri BUMN Mustafa Abubakar, mengatakan, begitu juga soal kerja sama Pertamina dan Medco di Donggi Senoro. Pemerintah melalui surat keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada 17 Agustus telah memutuskan untuk meneruskan proyek itu.
"Saya juga belum mengetahui kemajuan kerja sama di proyek. Namun, saya tidak memberikan target waktu penyelesaian kerja sama itu" ujarnya.
|