|
(Sulawesi Tengah) Dua perusahaan pertambangan nikel di Kecamatan Bunta dan Kecamatan Masama, kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai melakukan eksploitasi nikel pada areal konsesi masing-masing.
"Kedua perusahaan tersebut dipastikan memulai menambang nikel tahun ini. Semua produknya akan diekpor," kata Kepala Seksi Pengawasan Geologi dan Sumber Daya Manusia Dinas Pertambangan dan Energi Banggai Mahmud.
Dia mengatakan, satu perusahaan yang beroperasi di Bunta dijadwalkan mengekpor nikel pertengahan tahun depan. PT Aneka Tompika Nikel (ATN) tengah memulai eksploitasi untuk mengejar target pengapalan pertengahan tahun 2011.
ATN sempat menghentikan aktivitasnya tahun 2008 akibat krisis global. Perusahaan ini sempat melakukan ekspor nikel 51.900 metrik ton (MT) ke Australia sebelum akhirnya terhempas dampak krisis.
"Mereka sampaikan rencana ekspornya pertengahan tahun. Namun belum dipastikan tujuan negara pembelinya," kata Mahmud.
Sedangkan PT Aneka Nusantara Internasional (ANI) yang berlokasi di Kecamatan masama tinggal menunggu perpanjangan izin penggunaan kawasan dari Kementerian Kehutanan. ANI sempat vakum selama setahun akibat krisis global 2008. Perusahaan ini masih sempat ekspor ke Tiongkok sebanyak 25.168 MT akhir tahun 2009.
|